Kadis Tangsel Minta Kepsek dan Orang Tua Cegah Siswa Ikut Unjuk Rasa

Pendidikan  SENIN, 12 OKTOBER 2020 , 17:54:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Kadis Tangsel Minta Kepsek dan Orang Tua Cegah Siswa Ikut Unjuk Rasa

Pelajar diamankan ikut demo omnibus law/LAN

RMOLBANTEN. Fenomena pelajar yang ikut turun kejalan untuk melakukan aksi demonstrasi, kerap menjadi perdebatan. Bahkan, untuk mencegah aksi siswa ikut demonstrasi, pihak kepolisian saling kejar dan bekerja ekstra keras.

Aksi saling kejar dengan petugas kepolisian juga terkadang menimbulkan bentrok. Turunnya pelajar untuk bergabung dengan mahasiswa dan buruh, guna menolak kebijakan pemerintah diduga karena termakan provokasi melalui pesan berantai.

Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono melarang keras, bagi siswa SMP maupun SMA agar tidak ikut demonstrasi.

"Jadi saya imbau kepada para peserta didik, pokoknya semua pelajar agar lebih fokus ke tugasnya sebagai seorang pelajar, yaitu belajar. Ditambah, di era pandemi Covid-19 ini justru itu harusnya tidak kemana-mana, tapi stay di rumah dan fokus belajar. Jadi belajar lah, jangan ikut-ikutan kegiatan demo yang tidak secara langsung berhubungan dengan pembelajaran saat ini," jelas Taryono saat dikonfirmasi, Senin (12/10).

Guna mencegah aksi serupa, Taryono sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah agar menyampaikan kepada orang tua siswa untuk mengawasi putra-putrinya setiap saat.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan para Kepala Sekolah, mengimbau untuk disampaikan juga ke guru-guru dan orang tua agar lebih mengawasi, menjaga anak-anaknya supaya tidak keluar. Tetapi fokus belajar di rumah. Karena apapun kegiatan di luar yang berpotensi menimbulkan penularan virus corona itu kan di larang enggak boleh," ungkapnya.

Melihat fenomena ini, peran Kepala Sekolah, wali kelas dan orang tua siswa harus berperan penting. Agar, tugas sebagai pelajar terus dijalankan.

"Jadi Kepsek memantau keseluruhan secara umum, kedua wali kelas memantau siswa binaannya, tiga agar kerjasama dengan para orang tua dalam rangka mengawasi dan memastikan putra putrinya belajar di rumah," ujar Taryono.

"Karena kami melarang, alasannya kan harus belajar, kedua kan PSBB. Kan itu juga lagi jam belajar, absennya juga tetap berjalan," tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 93 pelajar diamankan Polres Tangsel lantaran akan menuju Istana Negara untuk melakukan demonstrasi. [ars]


Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds