PILWAKOT TANGSEL 2020

Dedi Kurnia Syah: Visi-Misi Muhammad-Saraswati Lebih Rasional Dari Benyamin-Pilar

Politik  RABU, 14 OKTOBER 2020 , 17:16:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Dedi Kurnia Syah: Visi-Misi Muhammad-Saraswati Lebih Rasional Dari Benyamin-Pilar

Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel nomor urut 1, Muhamad dan Saraswati Djjohadikusumo/Ist

RMOLBANTEN Tiga kandidat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Nur Azizah-Ruhamaben dan Benyamin-Pillar Saga beradu gagasan visi misi di Pilkada Tangerang Selatan.

Penyampaian visi dan misi peserta Pilkada Tangerang Selatan, menarik perhatian direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah.

"Muhammad berhasil membawa narasi pembangunan Tangsel lebih baik dibanding kandidat lain, rencana pembangunannya lengkap untuk semua lapisan masyarakat," terang Dedi Kurnia Syah dalam percakapannya dengan Kantor Berita RMOLBanten, Rabu (14/10).

Paparan yang dimaksud Dedi adalah soal pembangunan sumber daya manusia hingga fasilitas publik yang sesuai dengan karakter masyarakat. Juga kaitan dengan program kerja yang menyasar kaum perempuan.

"Semisal merencanakan fasilitas publik yang dapat menyasar religiusitas, budaya hingga ruang kreatifitas anak-anak muda, sangat relevan dengan kondiai Tangsel hari ini, visi semacam ini mempertegas karakter Kota Tangsel" katanya.

Dibandingkan dengan pasangan Benyamin-Pilar, justru dalam penilaian Dedi terlalu umum untuk ukuran petahana Wakil Walikota dua periode tersebut.

"Sementara Benyamin tidak tegas dalam merencanakan program, padahal ia telah berada di Kantor Walikota selama 10 tahun, tapi tawaran untuk Tangsel ke depam terlalu normatif, terkesan hambar," terang Dedi.

Disinggung soal paparan putri Wapres Ma'ruf Amin Siti Nur Azizah, Dedi memberi penilaian terendah jika dibanding kandidat lain.

"Terlebih Azizah yang tawarkan program pertanian semisal budidaya Kelor, seolah ia tidak paham kondisi geografis Tangsel beserta sisi sosiologis masyarakatnya, jadi ada kesan ketidaksiapan menghadapi pembangunan Kota Tangsel,"ujarnya.

Doktor Bidang Diplomasi Politik mengatakan meskipun adu gagasan bukan fasilitasi resmi dari KPUD Kota Tangsel, tetapi cukup bagi masyarakat menilai dari sisi ide dan perencanaan kota.

"Harapannya tentu Kota Tangsel dipimpin tokoh yang tidak hanya memupuk kekuasaan, bukan ajang meneruskan kekuasaan keluarga," demikian Dedi Kuria Syah.

Adu gagasan kandidat sendiri diselenggarakan PWI dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangsel. [ars]

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds