Polisi Tegaskan Penetapan Tersangka Mahaiswa Di Serang Tidak Terkait Dengan Buku Tan Malaka

Hukum  KAMIS, 15 OKTOBER 2020 , 01:21:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Polisi Tegaskan Penetapan Tersangka Mahaiswa Di Serang Tidak Terkait Dengan Buku Tan Malaka

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi/Net

RMOLBANTEN Penyitaan buku Tan Malaka ‘Menuju Merdeka 100 Persen’ dari salah satu mahasiswa yang ditangkap saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten,
Selasa, 6 Oktober 2020 lalu, tidak ada kaitannya dengan penetapan tersangka terhadap mahasiswa tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, kepada wartawan, Rabu (14/10).

Menurut Edi, setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut, buku Tan Malaka berjudul Menuju Merdeka 100 Persen, tidak terkait dengan barang bukti dalam penetapan tersangka

"Mahasiswa OA (22), salah satu perguruan tinggi di Banten itu ditetapkan menjadi tersangka karena melanggar Pasal 212 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 1,4 tahun bulan kurungan penjara, ” kata Edy Sumardi.

Lanjut Edy, dalam penjelasan Pasal 212 KUHP disebutkan: barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

"Saat Petugas melakukan imbauan untuk membubarkan masa karena sudah melebihi batas aksi dan mengganggu aktifitas masyarakat, Mahasiswa OA (22) ini melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang petugas yang sedang bertugas. Serta masa aksi unjuk rasa mulai melakukan aksi anarkis dengan melempari petugas dengan batu konblok (dengan berbagai ukuran) serta menembakan petasan api kepada petugas,” terang Edi.

Polda Banten kata Edy tidak hanya focus menangani perkara yang disangkakan berdasarkan pasal 351 KUHP kepada tersangka utama, yang mengakibatkan korban terluka, tapi polisi juga tetap melakukan penyidikan kepada 13 tersangka lainnya untuk berkasnya diproses hingga ke pengadilan.

Adapun Buku Tan Malaka kata Edy, merupakan buku yang di jual bebas di pasaran. Sehingga gak ada kaitannya dengan aksi demo anarkis kemarin, serta tidak ada kaitannya dengan perkara yang di sangkakan.
 
"Hanya saja, saat pelaku diamankan, yang bersangkuta membawa sebuah tas ransel, dan kebetulan aja di dalam tas tersebut terdapat Buku TAN Malaka," katanya.

"Sejauh ini memang gak ada kaitannya buku tersebut, dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku. Aksi pelaku murni melanggar pasal 212 KUHP barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan petugas yang sedang bertugas,” demikian Edy Sumardi. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds