Habiburokhman: Alhamdulillah Rekan-Rekan PII, GPI dan GPII Sudah Bebas Dan Bisa Berkumpul Dengan Keluarga

Politik  KAMIS, 15 OKTOBER 2020 , 02:18:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Habiburokhman: Alhamdulillah Rekan-Rekan PII, GPI dan GPII Sudah Bebas Dan Bisa Berkumpul Dengan Keluarga

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana untuk membebaskan mahasiswa dari PII, GPI dan GPII yang ditahan/Repro

RMOLBANTEN Pembelaan Anggota Komisi III DPR RI, Habiburokhman, terhadap mahasiswa yang ditahan polisi karena demontrasi tolak pengesahan UU Ciptaker yang berujung ricuh patut diacungi jempol.

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra ini sebelumnya menjaminkan dirinya untuk pembebasan jurnalis dan aktivis mahasiwa denga tema demo yang sama pada, 8 Oktober 2020 lalu. Malam tadi (Rabu, 14/10), Habibukrohman kembali mendatangi Polda Metro Jaya menemui 11 kader Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sempat diamankan polisi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Habiburokhman mengaku telah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Dalam pertemuan itu, Habiburokhman meminta 11 kader PII tersebut dibebaskan malam ini.

"Kami dalam rangka menindaklanjuti pemberitahuan dari teman-teman PII, Pelajar Islam Indonesia, terkait penangkapan terhadap aktivis PII kemarin," terang Habiburakhman.

"Alhamdulillah tepat pukul 23.55 WIB, teman-teman PII, GPI dan GPII yang kemarin ditangkap di Menteng bebas semua bisa berkumpul kembali bersama keluarga," sambungnya.

Habiburokhman pun berharap setelah selesi dari masalah hukum semuanya tidak terpapar Covid-19.

"Semoga setelah selesai masalah hukum, rekan-rekan kita ini tidak terpapar virus covid," kata Habiburokhman di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/10).

Menurut Habiburokman 11 kader tersebut merupakan korban salah tangkap. Dia memastikan 11 orang tersebut tidak terlibat dalam kerusuhan di demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

"Insyaallah (11 kader PII) tidak terlibat," imbuh Habiburokhman.

Dirinya memaklumi adanya salah penangkapan yang sempat dilakukan oleh aparat dan hal itu menjadi konsekuensi ketika mengamankan aksi massa.

Selain akan membebsakan, Habibukrohman juga menyebutkan aparat kepolisian akan mengganti kantor sekretariat PII yang sempat dirusak ketika mengamankan 11 kader tersebut.

"Pak Kapolda tadi bilang yang rusak-rusak akan diperbaiki. Jadi respons Pak kapolda cukup memuaskan kamilah," demikian Habibukrohman. [dzk]

 

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds