Remas Payudara Pelanggan, Pedagang Bakso Di Tangsel Ini Mendekam Dibui

Hukum  SENIN, 19 OKTOBER 2020 , 20:32:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Remas Payudara Pelanggan, Pedagang Bakso Di Tangsel Ini Mendekam Dibui

Rilis pelaku remas payudara di Polres Tangsel/LAN

RMOLBANTEN. Tim Vipers Polsek Pondok Aren menangkap pelaku pelecahan seksual yang dilakukan S (22) kepada seorang pelajar berinisial TS (17), dengan cara meremas payudara.

Aksi pelecehan tersebut, terjadi di wilayah Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangsel pada 15 Oktober lalu. Atas kejadian tersebut, korban melaporkan aksi bejat tersebut ke Polsek Pondok Aren. Tak butuh waktu lama bagi tim Vipers Polsek Pondok Aren untuk menangkap pelaku S yang berprofesi sebagai pedagang bakso.

Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto menjelaskan, aksi bejat tersebut terjadi saat pelaku sehabis pulang berjualan bakso, kemudian melihat korban dari jauh melintas dari arah berlawanan menggunakan sepeda motor.

Karena, sudah terbawa nafsu, S kemudian memalangkan gerobaknya dengan tujuan mencegat sepeda motor korban.

"Karena sudah memiliki niat, tersangka menghalangi laju kendaraan korban. Ketika dilakukan penghalangan, korban berhenti dan pelaku langsung meremas payudara korban," ujar Luckyto di Mapolres Tangsel, Senin (19/10).

Lanjut Luckyto, setelah didalami ternyata korban merupakan pelanggan bakso yang dijual oleh S.

"Setelah kita dalami motif pelaku, terbawa hawa nafsu atau birahi pelaku terhadap korban, tersangka mengenal korban sebagai pelanggan," terangnya.

S yang diketahui sudah memiliki istri dan satu anak ini, mengaku baru satu kali melalukan pelecehan seksual. Akan tetapi, jajaran dari Polsek Pondok Aren terus mendalami keterangan tersangka.

"Pelaku mengaku baru melakukan satu kali. Dan, S diketahui sudah menikah dan mempunyai satu anak di kampung," tandas Luckyto.

Masih ditempat yang sama, S mengaku melakukan pelecehan seksual karena terbawa nafsu melihat korban.

"Saya kalau melihat dia rasanya pengen goda-godain, diajak ngobrol lah. Saya juga kenal sebagai pelanggan saya. Itu diluar kesadaran saya, karena saya banyak pikiran," kata S.

Akibat perbuatannya itu, S yang sudah memiliki istri dan satu anak disangkakan pasal 82 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. [ars]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds