Kasus Covid-19 Turun, Walikota Serang: Tempat Wisata Saat Libur Panjang Tetap Buka

Pariwisata & Budaya  SELASA, 20 OKTOBER 2020 , 18:49:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Kasus Covid-19 Turun, Walikota Serang: Tempat Wisata Saat Libur Panjang Tetap Buka

Syarifudin/RAG

RMOLBANTEN. Pemkot Serang menjelang libur panjang Maulid Nabi pada tanggal 28 sampai 31 Oktober 2020 akan  melibatkan petugas dari TNI/Polri dalam mengawasi protokol kesehatan (Prokes).

Hal itu dimaksud untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 di tempat wisata yang ramai dikunjungi warga dari luar kota.

"Nanti libur panjang di tgl 28 sampai 31 Oktober. Tentunya kami dari Pemkot Serang tidak akan menutup tempat wisata, dan kita akan melibatkan TNI/Polri maupun Pol PP untuk bisa mengawasi Protokol Kesehatan," kata Walikota Serang, Syafrudin saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa, (20/10/2020).

Ia mengatakan, dalam pelaksanaanya pihaknya akan melakukan pembatasan kapasitas pengunjung di sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Serang.

"Selain itu, untuk mencegah terjadinya penumpukan kita juga akan membatasi jumlah pengunjungnya," katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan alasan untuk tidak menutup tempat wisata tersebut karena setelah melihat keadaan kasus positif Covid-19 di wilayahnya terus mengalami penurunan.

"Sebentulnya kalau melihat dari keadaan kasus Covid-19 sekarang dibandingkan dengan sebelumnya itu ada penurunan," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, jumlah yang sembuh saat ini meningkat sebanyak 175 orang, sedangkan untuk yang diisolasi ada 141 orang. Kemudian jumlah meninggal itu sebanyak 13 orang dari total kasus sebanyak 368.

"Masyarakat juga saat ini tidak perlu takut karena Covid-19 ini bisa disembuhkan. Sekalipun, vaksinya ini di Kota Serang belum ada," terangnya.

DiektMentri Dalam Negri (Mendagri), Tito Karnavian minta agar kepala daerah untuk mengantisipasi terjadinya mobilitas masyarakat saat libur panjang tahun ini, yang akan menyebabkan munculnya klaster baru Covid-19.

"Pengalaman kita sebelumnya (saat) libur-libur terjadi mobilitas yang tinggi. Masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, dan pergerakan masyarakat ini bisa menimbulkan penularan, media penularan (Covid-19)," ujarnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds