Debat Capres AS, Donald Trump: Virus Ini Salah China, Bukan Salah Saya

Internasional  JUM'AT, 23 OKTOBER 2020 , 09:15:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Debat Capres AS, Donald Trump: Virus Ini Salah China, Bukan Salah Saya

Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

RMOLBANTEN. Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak secara langsung menjelaskan apa rencananya untuk mengatasi gelombang krisis virus corona.

Trump menjawab etika moderator Kristen Welker bertanya tentang tanggapannya terhadap pandemi virus korona, yang telah menewaskan lebih dari 222.000 orang Amerika.

"Kami menutup ekonomi terbesar di dunia untuk memerangi penyakit mengerikan yang datang dari China ini. Ini pandemi di seluruh dunia," kata Trump, dengan alasan bahwa tingkat kematian telah menurun.

Menurut Trump, pemerintah federal tidak menutup perekonomian negara, tetapi negara bagian secara individual memutuskan sendiri apakah akan memberlakukan pembatasan.

"Kami memperjuangkannya, dan kami memperjuangkannya dengan keras," kata Trump serya menambahkan, vaksin kemungkinan akan siap sebelum akhir tahun.

"Kami memiliki vaksin yang akan datang, sudah siap, akan diumumkan dalam beberapa minggu, dan akan dikirimkan," kata Trump. Dia kemudian menambahkan bahwa "bukan jaminan" bahwa vaksin akan siap dalam beberapa minggu, "tetapi akan tersedia pada akhir tahun."

"Saya pikir garis waktu saya akan lebih akurat," kata Trump, menolak pakar kesehatan pemerintah sendiri, yang mengatakan bahwa vaksin kemungkinan tidak akan tersedia untuk mayoritas orang Amerika sampai akhir tahun ini.

Trump juga mengatakan bahwa terapi yang dia terima selama di rumah sakit bertindak sebagai 'obat' dan mengklaim bahwa dia sekarang 'kebal' terhadap virus.

"Kami berada di belokan. (virus ini) akan pergi," kata Trump, mengutip siaran langsung CBS News.

Keterangan Trump dibantah oleh lawannya, Biden. Ia mengecam tanggapan Trump terhadap virus tersebut, dengan mengatakan bahwa presiden tidak memiliki rencana untuk mengatasi krisis tersebut.

"Siapa pun yang bertanggung jawab atas banyak kematian tidak boleh tetap menjadi presiden Amerika Serikat," kata Biden. Dia mengangkat maskernya, dan mengatakan bahwa pemakaian masker serentak bisa menyelamatkan 100.000 nyawa.

"Dia masih belum ada rencana, belum ada rencana komprehensif,” kata Biden tentang Trump.

"Saya akan urus ini, saya akan akhiri (pandemi) ini, saya akan pastikan kita punya rencana," kata Biden.

Calon presiden dari Demokrat itu memperkirakan negara itu akan memasuki 'musim dingin yang gelap', karena jumlah kasus virus corona baru meningkat di puluhan negara bagian AS.

Trump berkata tentang pandemi virus corona, Saya bertanggung jawab penuh. Bukan salahku kalau dia datang ke sini. Ini salah China."

Presiden secara konsisten berusaha menyalahkan Beijing atas pandemi tersebut, karena tanggapan pemerintahannya telah banyak dikritik. [dzk]



Komentar Pembaca
Dubes Umar Hadi: ASEAN Akan menjadi Partner Terbesar Korea Selatan.
Diego Maradona 'Gol Tangan Tuhan
Sumbangan Transisi

Sumbangan Transisi

RABU, 25 NOVEMBER 2020

Besok, Joe Biden Siap Umumkan Jajaran Kabinetnya
<i>How Democracies Die</i>: Demokrasi Bisa Mati Di Tangan Pemimpin Terpilih
Cat Rambut

Cat Rambut

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds