Gandeng RS Wahidin Sudirohusodo, Perusahaan Farmasi Korea Kembangkan Obat Covid-19

Kesehatan  JUM'AT, 23 OKTOBER 2020 , 13:23:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Gandeng RS Wahidin Sudirohusodo, Perusahaan Farmasi Korea Kembangkan Obat Covid-19

Uji klinis Covid-19/Repro

RMOLBANTEN. Perusahaan pelayanan kesehatan global di Korea, Daewoong Pharmaceutical memperkenalkan platform sel punca 'DW-MSC' untuk pengobatan Covid-19.
Kali ini perusahaan farmasi tersebut menggandeng RSUD Wahidin Sudirohusodo.

DW-MSC merupakan perawatan baru untuk memulihkan fungsi jaringan tubuh, seperti untuk memulihkan kerusakan organ yang tidak dapat diatasi hanya dengan menggunakan obat saja dan untuk perawatan penyakit neurodegeneratif.

DW-MSC memiliki daya saing yang unggul dan diprediksi akan semakin digunakan di masa mendatang karena DW-MSC mengandung sel punca dengan pengembangan teknologi dan gabungan teknologi lainnya. Sejak 2018, DW-MSC telah terbukti aman bagi tubuh manusia dan telas lulus uji toksisitas dan tumorigenisitas dari lembaga sertifikasi GLP (Good Laboratory Practice).

Keuntungan lainnya, DW-MSC memungkinkan produksi massal perawatan sel punca dengan kualitas yang sangat baik karena mampu menghasilkan sel punca yang berasal dari sel satu donor yang lulus uji kualitas yang ketat. Ini adalah teknologi yang pertama kali diperkenalkan di dalam negeri oleh Daewoong Pharmaceutical dan diharapkan dapat meningkatkan komersialisasi dan distribusi sel punca.

Daewoong Pharmaceutical mendirikan fasilitas produksi tingkat cGMP untuk memproduksi dan pengembangan perawatan sel serta menerapkan teknologi platform sel induk pada paruh kedua tahun 2020 dan diharapkan memasuki tahap produksi mulai tahun 2021.

 "Kerja sama penelitian klinis merupakan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan perawatan sel punca. Kami bercita-cita untuk memimpin pengembangan obat baru di bidang perawatan sel/genetik untuk meningkatkan kualitas hidup melalui penelitian bersama dengan para peneliti sel punca dari berbagai bidang dengan mempertahankan produk growth factors, teknologi budidaya sel punca, dan peralatan GMP yang memiliki permintaan tinggi," kata Jeon Seung-ho, CEO Daewoong Pharmaceutical dalam siaran persnya, Jumat, (23/10)

Kepala Peneliti Daewoong Infion, Nova Angginy mengatakan, industri farmasi dengan 'DWP710,' perawatan untuk gejala dispnea COVID-19 menggunakan DW-MSC

"Perawatan COVID-19 berbasis sel induk bernama 'DWP710' ini telah memasuki proses uji klinis melalui kick of meeting kami dengan Kementerian Kesehatan pada tanggal 13 Agustus 2020," ujarnya.

Nova menjelaskan, protokol klinis 'DWP710' dan teknologi sel induk Daewoong Group 'DW-MSC' serta memberikan alat pelindung untuk mendukung perawatan COVID-19 pada pertemuan tersebut. 'DW-MSC' mampu memperkuat efek sel punca, memanfaatkan bahan bebas serum dan bebas xeno dalam proses budidaya sel punca mesenkim.

"Perawatan ini terlah terbukti mampu mengobati infeksi dan peradangan akibat virus, bakteri, dan luka melalui berbagai penilaian kemampuan inflamasi," terangnya.

Kata Nova, Daewoong Infion akan memasuki uji klinis fase 2 untuk 'DWP710' pada kuartal pertama tahun 2021. Di bawah otorisasi darurat berdasarkan kerja sama aktif bersama dengan Kementerian Kesehatan di Indonesia, Daewoong Infion berencana untuk segera mendistribusikan perawatan ini setelah menyelesaikan fase 2 uji klinis dalam rangka mengatasi COVID-19. Daewoong Infion telah diberikan izin untuk menjalankan uji klinis fase 1 untuk 'DWP710' bulan lalu, dan telah terpilih sebagai proyek kerjasama Kementerian Kesehatan pada tanggal 6.

"Uji klinis dilakukan di rumah sakit 'RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo', yang merupakan rumah sakit spesialisasi perawatan COVID-19 dengan berbagai pengalaman uji klinis global di bidang farmasi, dan akan merekrut pasien mulai minggu ketiga bulan Agustus  2020 untuk menyelesaikan hasil uji klinis fase 1 pada bulan Oktober 2020. Perusahaan berencana untuk mengajukan proposal uji klinis fase 2 di Korea dan Indonesia," ucapnya.

Selain itu, sambung Nova, Daewoong Infion melakukan penelitian dan pengembangan perawatan COVID-19 lainnya selain 'DWP710', yaitu 'Niclosamide' dan 'Camostat' melalui kerja sama dengan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

"Kedua produk tersebut dilakukan untuk mengantisipasi efek pada pengobatan pasien COVID-19 ringan dan berat," pungkasnya. [ars]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds