Video Cadas Rizal Ramli: Demokrasi Kita Kriminal, Kerja Bukan Buat Rakyat Tapi Untuk Bandar

Politik  SABTU, 24 OKTOBER 2020 , 00:54:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Video Cadas Rizal Ramli: Demokrasi Kita Kriminal, Kerja Bukan Buat Rakyat Tapi Untuk Bandar

DR. Rizal Ramli dan Karni Ilyas/Repro

RMOLBANTEN Ekonom senior DR Rizal Ramli menyebut ada pergeseran makna demokrasi dalam setiap pergantian pemimpin negara di Indonesia.

Mantan Menteri Ekuin era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) menyatakan demokrasi saat ini sudah melenceng jauh dari makna sesungguhnya.

"Setelah kejatuhan Soeharto hanya jadi demokrasi prosedural. Lama-lama jadi demokrasi kriminal," ujar Rizal Ramli dalam Chanel YouTube Karni Ilyas bertajuk Karni Ilyas Club - Rizal Ramli 'Pak Jokowi Lebih Dengar Saya', Jumat (23/10).

Ulasan Rizal Ramli soal demokrasi ini di menit ke 29.30. Kata Rizal Ramli, demokrasi dianggap kriminal karena demokrasi sudah tidak bekerja untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

"Tapi bekerja untuk bandar-bandar yang membiayai calon. Jadi yang milih kandidat itu bandar, si calon Gubernur Bupati abis itu dia bantu biaya surveinya, biaya PR-nya. Begitu yang bersangkutan terpilih, dia ngabdi sama bandarnya, bukan sama kepentingan nasional maupun rakyat biasa," jelas RR biasa disingkat.

Atas kondisi itu RR lebih memilih mengajukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

"Supaya threshold yang jadi sekrup pemerasan dari sistem demokrasi kriminal ini dihapuskan," kata RR.

Rizal Ramli kemudian merujuk perpolitikan dunia, yang mana sudah ada sekitar 48 negara yang tak lagi menganut sistem ambang batas.

Sedangkan di Indonesia, kata RR, masih menggunakan cara lama dan sudah ketinggalan.

"Kita nih norak dan ketinggalan. Kalau mau jadi Bupati, mesti (mengeluarkan) Rp 60 miliar, jadi Gubernur di Pulau Jawa bisa minimum Rp 300 (miliar) bahkan Rp 1 triliun, inilah yang merusak. Jadi presiden lebih gila lagi, biaya partainya aja bisa hampir berapa triliun itu," demikian Rizal Ramli dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]

Video lengkap Rizal Ramli dengan Karni Ilyas:









Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds