Bawaslu Tangsel Sebut Paslon Nomor Urut 3 Paling Banyak Dilaporkan, Tuh Kan!

Politik  SENIN, 26 OKTOBER 2020 , 20:57:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Bawaslu Tangsel Sebut Paslon Nomor Urut 3 Paling Banyak Dilaporkan, Tuh Kan<i>!</i>

Pasangan nomor urut 3 Benyamin-Pilar Saga dinyatakan Bawaslu Tangsel paling banyak dilaporkan/Repro

RMOLBANTEN. Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tangsel nomor urut 3, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan menjadi paslon terbanyak yang diadukan masyarakat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel.

Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep menjelaskan, Bawaslu hingga saat ini menangani 39 kasus pelanggaran Paslon di Pilkada Tangsel.

"Total penangangan pelanggaran yang ditangani oleh Bawaslu Kota Tangsel sampai hari ini, itu ada 39 kasus. Itu terdiri dari hasil temuan ada 11 Bawaslu dan ada juga yang ditangani di tingkat Kecamatan itu sebanyak 3. Di Bawaslu Kota Tangsel sendiri ada 8 temuan. Kemudian dari laporan masyarakat memang ada 28 laporan," terang Acep kepada wartawan, Senin (26/10).

Lanjut Acep, dari 39 laporan dan temuan ada 14 kasus yang tidak diregister atau tidak dilanjutkan, karena tidak memenuhi syarat formil atau syarat materil. Sedangkan, 25 lainnya diregister atau dilanjutkan.

"Dari 25 ini ada yang terdiri dari pelanggaran administrasi sebanyak 4 kemudian ada pelanggaran dugaan pidana ada 11, kemudian kode etik sampai hari ini belum ada. Kemudian yang bukan pelanggaran atau dihentikan itu ada 14, kemudian pelanggaran undang-undang lainnya ada 11," ucapnya.

Dari sekian banyak laporan terkait pelanggaran Pilkada Tangsel, paslon nomor urut 3, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan menjadi paling banyak yang dilaporkan oleh masyarakat.

"Kalau pasangan yang paling banyak dilaporkan itu nomor urut 03 yakni pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Sedangkan yang laporannya paling sedikit itu pasangan nomor urut 02," papar Acep.

"Tetapi jumlah detail laporannya berapa belum dihitung. Dari laporan tersebut, ada yang terbukti ada yang tidak. Kalau terbukti seperti money politik itu lanjut ke Kejaksaan. Kalau ASN ke KASN," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds