Survei IPO: Rizal Ramli Dan Susi Pudjiastuti Dipercaya Publik Gantikan Menteri Yang Kena Reshuffle

Politik  RABU, 28 OKTOBER 2020 , 20:53:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Survei IPO: Rizal Ramli Dan Susi Pudjiastuti Dipercaya Publik Gantikan Menteri Yang Kena Reshuffle

Rizal Ramli dengan Susui Pudjiastuti/Net

RMOBANTEN Beberapa nama dinilai publik layak duduk di kursi kementerian pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) terkait tokoh yang diharapkan menjadi menteri saat terjadi reshuffle, muncul beberapa nama familiar.

Ada nama mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti yang mendapatkan suara 40,1 persen, kemudian Arief Yahya sebanyak 35,7 persen, Dahlan Iskan 32,3 persen. Selain itu, Ignatius Jonan sebanyak 26,6 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 23,9 persen, dan Rizal Ramli 20,2 persen.

"Ada Bu Susi Pudjiastuti tokoh yang diharapkan untuk kembali masuk, lanjut, Pak Arif Yahya, Rizal Ramli. Termasuk juga Haidar Nasir,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah saat memaparkan survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024 yang disampaikan secara virtual, Rabu (28/10).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang dipilih responden 18,5 persen, Said Aqil Siradj sebanyak 17,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 16,1 persen, Nasaruddin Umar 14,7 persen, Ahmad Heryawan 14,3 persen, Muhammad Zainul Majdi 9,0 persen.

Selanjutnya, Archandra Tahar 7,3 persen, Gatot Nurmantyo 5,1 persen, terakhir Hanif Dhakiri 1,9 persen.

"Ada nama yang jarang sekali di-mention untuk isu-isu reshuffle yang memperoleh respon di bawah 1%, di antaranya Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, Muhammad Hanafi Rais, juga masuk kemudian Yenny Wahid, dan Fahri Hamzah,” katanya.

"Ini pertama kalinya Fahri Hamzah di-mention untuk menggantikan menteri. Mungkin karena beliau sudah tidak lagi di DPR dan ada Grace Natalie di bawah,” tandasnya.

Survei dilakukan menggunakan metode purposive sampling terhadap 170 orang pemuka pendapat yang berasal dari peneliti universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial/perguruan tinggi.

Sementara survei terhadap massa pemilih nasional dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden di seluruh wilayah proporsional Indonesia dengan margin of error 2,9 % dan tingkat kepercayaan 95 %. Periode survei 12-23 Oktober 2020. [dzk]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds