Jawab Tweet Henry Subiakto, Fadli Zon: Jangan Keberatan Gelar, Banyakin Baca Pak Profesor

Politik  RABU, 28 OKTOBER 2020 , 21:17:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Jawab Tweet Henry Subiakto, Fadli Zon: Jangan Keberatan Gelar, Banyakin Baca Pak Profesor

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon/Repro

RMOLBANTEN Staf ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Prof Henry Subiakto rupanya masih kepikiran usai berdebat dengan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa malam (17/10).

Dalam diskusi itu, Henry Subiakto kelabakan dicecar soal definisi hoax dan vaksin Covid-19.

Merasa tidak bisa enyampaikan pendapatnya, melalui akun Twitter miliknya @henrysubiakto mengusulkan agar Fadli Zon ditunjuk sebagai utusan khusus untuk mencari vaksin seharga 2 dolar AS, sekaligus membuktikan hal itu bukan hoax.

"FZ ngotot harga vaksin Covid-19 hanya 2$. Padahal untuk biaya riset dan uji coba sengat mahal, dan sekarang belum ada yang siap, tepi kebutuhan datang dari seluruh dunia," tulis Henry Subiakto.

"Sebaiknya orang itu ditunjuk saja sebagai special envoy untuk cari vaksin seharga 2$ sekaligus membuktikan bukan hoax," lanjut dia di twitt yang sama.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kembali merespons pernyataan staf ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henry Subiakto yang dinilai memiliki daya tangkap yang lemah.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa malam (17/10), Fadli Zon membacakan berita bahwa Gubernur Sao Paulo Brazil berkontrak dengan China harga vaksin sekitar 2 dolar AS per dosis. Kemudian, Menkes Polandia bilang harga vaksin sekitar 2 Euro.

"Nanti saya kirim link-nya," kata Fadli Zon dalam cuitan akun Twitter pribadinya @fadlizon, sambil menautkan twit Henry Subiakto.

Fadli Zon pun kembali harus mengulang penjelasannya saat di acara ILC semalam melalui Twitter pribadinya bahwa 2 dolar AS per dosis itu adalah berita Gubernur Sao Paulo Brazil dan Menkes Polandia yang menyebut harga vaksin 2 Euro.

"Daya tangkap orang ini (Henry Subiakto) kurang. Sekali lagi banyak baca Pak Profesor, jangan keberatan gelar," pungkasnya. [dzk]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds