Pakai Dan Edarkan Sabu, Pemuda Pengangguran Di Serang Dibui

Hukum  JUM'AT, 30 OKTOBER 2020 , 14:41:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Pakai Dan Edarkan Sabu, Pemuda Pengangguran Di Serang Dibui

Pengedar dan pemakai sabu diinterogasi/RAG

RMOLBANTEN. Pengedar sabu warga Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, SR (35) diangkut Satresnarkoba Polres Serang saat menikmati sabu, Kamis, (29/10) malam.

"Tersangka pengedar ini ditangkap tanpa perlawanan ketika akan menggunakan sabu di rumahnya. Dari tersangka ini, petugas Satresnarkoba mengamankan barang bukti 4 plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga sabu seberat lebih dari 4 gram," kata Kapolres Serang AKBP Mariyono kepada wartawan, Jumat (30/10).

Kapolres menjelaskan penangkapan tersangka SR berawal dari informasi masyarakat yang diterima petugas Satresnarkoba bahwa SR sebagai pengedar narkoba.

Warga juga curiga rumah tersangka kerap kedatangan orang-orang tidak dikenal. Berbekal dari laporan itu, tim satresnarkoba yang dipimpin Ipda Deni Hartanto langsung bergerak melakukan penyelidikan.

"Setelah diselidiki, informasi tersebut ternyata benar. Saat dilakukan penggerebekan, tersangka sedang mempersiapkan untuk menggunakan sabu. Barang bukti 4 paket sabu ditemukan di atas kulkas berikut handphone, bong dan pipet," kata Kapolres didampingi Kasatresnarkoba, AKP Trisno Tahan Uji.

Kasatresnarkoba AKP Trisno Tahan Uji menambahkan dari hasil pemeriksaan, tersangka SR telah menggeluti bisnis sabu selama satu tahun. Barang haram itu tersangka peroleh dari seorang pengedar yang disebut berinisial KA (DPO) warga Tangerang.

Kasat menjelaskan, tersangka mengaku tidak mengetahui tempat tinggal dari KA karena tidak pernah bertatap muka.

"Tersangka tidak mengenal KA lebih dalam karena tidak pernah bertemu. Transaksi dilakukan melalui telepon dan transfer. Pengambilan barang pesanan juga di lokasi yang sudah ditentukan bandar. Dalam kasus ini tersangka SR dijerat Pasal 112 ayat (1) UU tentang narkotika tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara," terang Kasat.

Sementara tersangka SR mengatakan dirinya mendapat 10 paket setiap kali memesan dan habis terjual paling lama 1 bulan. Namun dari setiap paketnya, tersangka terlebih dahulu "ngebetrik" atau mengurangi isinya untuk dipergunakan sendiri atau dijual untuk mendapatkan tambahan keuntungan.

"Selain menjual 10 paket itu paling lama habis terjual dalam 1 bulan. Setiap paketnya, saya beli Rp1,2 juta dan mendapat keuntungan sebesar Rp300 ribu, belum termasuk keuntungan dari paketan hasil ngebetrik," pungkas SR. [ars]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds