Marak Begal Sepeda, Komunitas Ini Punya Cara Unik Kampanyekan Keamanan

Olahraga  JUM'AT, 30 OKTOBER 2020 , 16:55:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Marak Begal Sepeda, Komunitas Ini Punya Cara Unik Kampanyekan Keamanan

Kampanye keamanan sepeda/LAN

RMOLBANTEN. Semenjak munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit semua kalangan.

Bahkan, melonjaknya harga sepeda tak berpengaruh bagi masyarakat untuk memiliki sepeda demi menjaga tubuh agar tetap bugar.
Namun demikian, banyaknya sepeda dengan tingkatan harga hingga puluhan juta menjadi incaran para pelaku kriminal untuk mengambil secara paksa sepeda maupun barang berharga yang dibawa oleh pesepeda.

Bahkan, baru-baru ini seorang perwira TNI, Kolonel Marinir, Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Kejadian tersebut merupakan, salah satu rentetan aksi begal terhadap para pesepeda.

Resah banyaknya aksi begal yang mengincar para pesepeda, komunitas sepeda Too Much Idea Cycling Cult mempunyai cara unik menyampaikan curhatan mewakili peseda lainnya.

Sambil bersepeda, anggota komunitas Too Much Idea Cycling Cult menempelkan kertas bertuliskan kalimat-kalimat menggelitik sebagai kampanye mereka agar nyaman untuk melakukan aktivitas bersepeda.

Kampanye dengan tulisan yang di punggung pesepeda di antaranya, "Saya gajian tanggal 1. Jangan dibegal, sama-sama susah". "Lagi kompetisi. Jangan dibegal please". "Saya santri. Jangan berani beraninya begal". "Saya trauma dijambret. Masa tega si ngebegal".

Begitulah kampanye mereka sebagai kritikan atau sindirian kepada pihak yang berwenang agar lebih meningkatkan keamanan, terutama kepada para pesepeda saat berolahraga. Sampai aksi mereka viral di media sosial.

Salah satu anggota Too Much Idea Cycling Cult, Akbar Darmansyah menjelaskan, jika inisiatif membuat tulisan tersebut hanyalah untuk mencurahkan curhatan sebagai salah satu kampanyenya agar bisa aman saat bersepeda.

"Sebenernya kalau misalkan kita ngindari begal enggak mungkin juga begal bakal baca. Cuman pengalaman pribadi aja pernah dibegal cuma untungnya handphone yang diambil, enggak sampai celaka jatuh luka parah," tutur Akbar saat dikonfirmasi, Jumat (30/10).

Lanjutnya, saat ini banyak masyarakat melakukan aktivitas menggunakan sepeda, salah satunya dijadikan alat transportasi bagi pekerja untuk menuju kantor atau istilah saat ini bike to work. Dengan maraknya aksi begal sepeda, tentunya sangat membuat resah mereka.

"Terus, saya kebetulan sama temen-temen di komunitas itu banyak yang bike to work juga jadi kita ke kantor selalu sepeda, kita berangkat pagi jam 5 terus pulang sudah malam. Jadi kalau ramai begal begini mau enggak mau kita was-was karena bikin resah. Padahal kita sehari hari aktivitas gunakan sepeda, (soal kalimat itu) jadi kaya pengen curhat saja, cuman jadi viral," paparnya.

Hingga saat ini, postingan Too Much Idea Cycling Cult di instragram miliknya yakni @toomuchidea.cc mendapat tanggapan yang positif dari komunitas sepeda lainnya.

"Banyak komunitas yang nge-tag mungkin punya keresahan yang sama, kenapa sih kita mau sepeda jadi susah sampai ada begal. Cuman gara-gara sepeda harga mahal, padahal kan enggak," ujar Akbar.

Masih kata Akbar, komunitasnya ini juga akan melakukan aksi serupa di wilayah Tangsel yang kini juga rawan akan aksi begal sepeda.

"Kalau untuk campaign, karena sudah meluas kita akan pikirkan dulu. Tapi kalau campaign di Tangsel mau juga sih, karena kita sering di Bintaro. Disana (Bintaro) diatas jam 10 malam sudah sepi banget," katanya.

Akbar juga mendapat berbagai cerita dari sesama komunitas sepeda, jika ada pesepeda yang akan dibegal sepedanya. Namun gagal, dan pelaku lari ke Tol Kunciran-Serpong.

"Ada cerita juga, begal enggak cuman handphone sama dompet, bahkan sepedanya juga mau dibegal, cuman enggak berhasil dan larinya ke Tol Kunciran yang baru," harap Akbar.

Sebagai penggemar gowes, Akbar mewakili teman-temannya hanya berharap adanya peningkatan keamanan disetiap wilayah yang ramai menjadi jalur bersepeda.

"Saya harap semuanya jaga diri masing-masing. Terus biar direspon pihak keamanan terkait, biar juga lebih diperketat keamananya. Begal justru banyaknya di jalan protokol yang seharusnya ring 1, tapi malah kecolongan. Kepengennya di notice (perhatikan) biar aman. Kita juga yang biasa naik sepeda biar nyaman. Manfaatnya juga kan banyak, enggak ke kesehatan tapi juga ke lingkungan," tutupnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds