Ke Serang, Menteri KLH Tinjau Program PKPM

Nusantara  SABTU, 07 NOVEMBER 2020 , 18:39:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Ke Serang, Menteri KLH Tinjau Program PKPM

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya di Desa Lontar, Kabupaten Serang/RAG

RMOLBANTEN Penanaman kembali lahan mangrove seluas 600 ribu hektare dalam empat tahun ke depan di seluruh Indonesia menjadi target pemerintah pusat.

Untuk tahun 2020 dari target 63 ribu hanya mampu terealisasi sekitar 15 ribu hektare.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, jika penanaman mangrove merupakan program PKPM (padat karya penanaman mangrove) yang diintruksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada pihaknya untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dimulai sejak bulan September 2020 lalu.

"Kita inspeksi ke lapangan laporan pekerjaan PKPM. Ini perintah Presiden kepada saya, itu sebenarnya sejak bulan September itu 15 ribu hektare, tapi setelah dicek ke lapangan itu bisa 16 ribu hektare," katanya usai melakukan kunjungan kerja program PKPM di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Sabtu (7/11).

Ditargetkan ada sekitar 5,9 juta orang yang akan dipekerjakan dalam program PKPM sebagai bagian dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dengan masing-masing orang akan mendapat upah sebesar Rp 80 ribu perhari yang akan dibayarkan oleh pemerintah melalui Bank BRI langsung ke rekening masing-masing.

"Jadi kalau dimulai September, persiapan rata-rata pekerjaan mangrove itu 60 hari, jadi bisa dibagi aja, itu berarti uang yang akan digelontorkan ke masyarakat. Mereka bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, dan mendapat uang Rp 80 ribu perhari. Dan uangnya itu langsung dari rekening BRI ke rekening masyarakat,"  ungkapnya.

Lebih lanjut kata Siti Nurbaya,  jika dipilihnya mangrove sebagai program pemerintah, itu disebabkan lantaran pohon mangrove dapat menyimpang dan menyerap karbon di udara hingga 30 kali lipat lebih baik dibandingkan hutan.

Sebab, sudah menjadi tugas KLHK untuk mengurangi emisi karbon yang kondisinya kini cukup memprihatinkan.

"Kita punya kewajiban untuk mengurangi emisi karbon. Jadi mangrove ini sebetulnya pohon yang sangat bagus untuk memelihara udara di kita tetap bersih. Mangrove menyimpan dan menyerap karbon di udara itu 30 kali lipat dibanding hutan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Sribudi Prihasto mengaku, jika saat ini pihaknya belum memprogramkan penanaman mangrove untuk wilayah Kabupaten Serang.

Namun, sudah ada tiga perusahan di tahun 2020  yang concern dalam program restorasi untuk peningkatan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Serang.

"Kalau tahun sekarang, ada tiga perusahaan yang menanam masing-masing ada 2 ribu pohon," ujar Sribudi.

Meski begitu, Sribudi memastikan, jika kebutuhan pohon mangrove di sekitaran bibir pantai Kabupaten Serang sudah terbilang mencukupi. Sehingga saat ini, pihaknya hanya terfokus kepada restorasi dibandingkan reboisasi.

"Untuk di Kabupaten Serang sendiri itu ada sekitar 90 hektare (lahan mangrove), jadi saat ini kita hanya ada sebatas restorasi aja," demikian Sribudi. [ars]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds