Digitalisasi Dukung UMKM Maju

Ekbis  JUM'AT, 20 NOVEMBER 2020 , 19:20:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH

Digitalisasi Dukung UMKM Maju

UMKM di kawasan Ciputat Timur/Tangguh Sipria Riang

RMOLBANTEN. Percepatan transformasi digital jadi salah satu sorotan guna mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kala pandemi Covid-19. Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), mengajak inovator muda mengaplikasikan program Pahlawan Digital UMKM.

"Awalnya, dalam situasi serba sulit seperti ini banyak UMKM yang mampu bertahan. Bahkan penjualannya meningkat karena terhubung dengan ekosistem digital. Namun baru 10-11 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Di saat yang sama, saya melihat banyak sekali anak muda hadir dengan inovasi membantu UMKM untuk go digital," ujar Putri Tanjung, Penggagas Pahlawan Digital UMKM melalui siaran persnya, Jumat (20/11).

Inovasi dan layanan digital yang dihadirkan para Pahlawan Digital UMKM ini, memang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan lokal yang ada di lapangan. Berdasarkan data BPS per September 2020, kondisi yang dihadapi UMKM memang cukup menantang.

Menurut staf khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, 45 persen pelaku UKM hanya mampu bertahan selama tiga bulan dalam kondisi ekonomi di masa pandemi seperti ini. Data survei Asian Development Bank (ADB) terkait dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia, 88 persen usaha mikro kehabisan kas atau tabungan.

"Lebih dari 60 persen usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya. Oleh karena itu sangat penting bagi usaha mikro agar diintervensi  dengan literasi keuangan," terangnya.

Kemenkop UKM, lanjutnya, memiliki strategi pengembangan digitalisasi UMKM dalam 4 tahap. Pertama, meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan mempersiapkan pelaku usaha UMKM agar kapasitasnya bisa meningkat. Kedua, mengintervensi perbaikan proses bisnisnya yang diturunkan ke dalam beberapa program.

Ketiga, perluasan akses pasar. Salah satunya, bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Agar pelaku UMKM bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah. Keempat, mengglorifikasi pahlawan lokal pelaku UMKM.

"Pahlawan lokal pelaku UMKM ini syaratnya adalah, pemantik, pemberdaya, punya brand yang kuat, dan secara keseluruhan mampu mengagregasi usaha Mikro dan Kecil untuk berlabuh ke platform digital ataupun ke pasar internasional (ekspor) nantinya," terang Fiki Satari.

Tantangan UMKM di Indonesia memang cukup beragam. Perlu solusi-solusi tepat. Mengingat rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,5 persen. Kondisi ini dianggap perlu untuk menciptakan kondisi kemudahan berusaha agar meningkatkan rasio tersebut.

"UMKM juga perlu langsung terhubung dengan rantai pasok industri, yang aksesnya kini baru mencapai angka 15 persen," tambah Fiki Satari.

Salah satu inovator Pahlawan Digital UMKM adalah Credibook. Sebuah layanan digital di bidang pencatatan keuangan. Co-Founder dan CEO Credibook, Gabriel Frans, mengatakan, layanan digital yang dikelolanya fokus pada penyelesaian masalah kasbon (hutang-piutang) yang kerap dirasakan pengusaha UMKM.

"Turunan produk ini bergerak ke arah pembayaran digital. Terutama pada sisi pembayaran tagihan. Kita juga bekerja sama dengan beberapa lembaga. Untuk membantu UMKM menambah pembiayaan modalnya," terang Gabriel.

Lebih lanjut lagi, Gabriel melihat potensi UMKM Indonesia sangat besar sehingga menggugahnya untuk terlibat lebih jauh. Sementara digitalisasi UMKM masih sedikit pelakunya.

"Kalau mau melihat contoh, wartel kini sudah digantikan ponsel, lalu surat telah berganti email. Pencatatan keuangan pasti akan tergantikan, ini hanya masalah momentum dan siapa yang mau melakukannya. Kita di Credibook, memutuskan tidak mau sekadar jadi penonton. Tapi berpartisipasi untuk digitalisasi UMKM," terang Gabriel.

Proyeksi Google dan Temasek Holding, ekonomi digital Indonesia terbesar di kawasan Asia Tenggara. Hingga 2025 nanti potensi ekonomi diprediksi mencapai hampir Rp 2000 Triliun. Melihat potensi sebesar itu, maka pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan hendaknya bersinergi mendorong potensi ekonomi ini untuk mencapai titik optimal.

"Sebagai anak muda, kita sering mengeluh di media sosial, termasuk saya juga. Tapi cobalah berpikir lebih jauh, bahwa keluhan itu sebenarnya perlu solusi. Banyak produk dan startup justru datang dari membaca peluang dari keluhan atau masalah tersebut," tutup Gabriel. [tsr]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds