Rizal Ramli: Mas Hadi, TNI Penting Siapkan Counter Cyber War Untuk Negara Luar Bukan Atur Dinamika Masyarakat Sipil

Politik  SENIN, 23 NOVEMBER 2020 , 10:38:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Rizal Ramli: Mas Hadi, TNI Penting Siapkan <i>Counter Cyber War</i> Untuk Negara Luar Bukan Atur Dinamika Masyarakat Sipil

Ekonom senior, Rizal Ramli/Net

RMOLBANTEN Ekonom senior DR Rizal Ramli mengkritik langkah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang ingin terlalu jauh mau mengatur dinamika masyarakat sipil. Terutama dinamika yang ada di media sosial.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli dalam Twitter pribadinya mengomentari video pendek "Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, negara perlu mengatur kehidupan dunia maya karena sudah menjadi arena baru dalam kehidupan sosial".

Langkah TNI itu semakin dipertegas dengan agresifitas prajurit menurunkan baliho-baliho bergambar imam besar FPI Habib Rizieq Syihab (HRS).

Mantan menteri Ekuin jaman Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan TNI sudah seharusnya saat ini menyiapkan counter cyber war, untuk hadapi ancaman perang cyber dari negara-negara lain, bukan cawe-cawe urusan sipil.

"Mas Hadi, Panglima TNI, ini mah sudah kejauhan. Bukan tugas TNI ngatur dinamika masyarakat sipil. TNI perlu siapkan counter cyber war, untuk hadapi ancaman perang cyber dari negara2 lain. Bukan cawe2 urusan sipil, aya2 wae Mas Hadi," demikan Rizal Ramli.

Diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kemajuan teknologi khususnya perangkat berbasis internet dan sosial media menjadikan seluruh negara dunia perlu menciptakan aturan kehidupan di dunia maya.

Jenderal bintang empat ini menyatakan , dampak pengguna media sosial dan segala aktivitas dunia maya dapat secara instan mempengaruhi keutuhan sebuah negara.

"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf,” jelas Hadi Tjahjanto, Sabtu (21/11).

"Dengan pengunaan dan jangkauan yang luas, media sosial menjadi media yang efektif untuk melakukan perang informasi atau pun perang psikologi. Sekarang kita mengenal hastag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda,” sambungnya.

Belakangan propaganda lewat sosial media pun masif terjadi di Tanah Air yang keseluruhannya sangat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Salah satunya, penyebaran berita bohong atau hoaks yang mendiskreditkan pemerintah, dengan sasaran utama masyarakat awam dan generasi muda agar terbakar emosinya," pungkasnya. [dzk]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds