Investasi Capai 500 M, Pabrik Vaksin Covid-19 Dibangun Di Serang

Kesehatan  RABU, 25 NOVEMBER 2020 , 01:09:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Investasi Capai 500 M, Pabrik Vaksin Covid-19 Dibangun Di Serang

Groundbreaking pabrik vaksin/RAG

RMOLBANTEN. Akhir tahun 2020 ini, PT Jakarta Biopharmaceutical Indsutry akan membangun pabrik vaksin di lahan seluas 14.860 meter  yang diperkirakan menelan biaya investasi sebesar Rp 500 milar.

Nantinya, pabrik vaksin yang juga memproduksi vaksin Covid-19  akan dibangun di Kawasan Industri Modern, Cikande, Kabupaten Serang.

Berbagai macam vaksin seperti vaksin TBC, vaksin meningitis dan vaksin Covid-19 akan diproduksi di pabrik vaksin milik PT Biopharmaceutical Industry.

Diprediksi pembangunan Vaksin ini, akan selesai dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Direktur Utama PT Jakarta Biopharmaceutical Indsutry, Mahendra Suharsono mengatakan, pembangunan pabrik vaksin tersebut masih dalam tahap gorundbreaking sebelum nantinya akan masuk dalam tahap development, infrastruktur sampai datangnya peralatan.

"Produksi biofarma ini harus sabar, jadi engga ada yang bisa dipercepat. Setiap tahapan kita konsul ke BPOM. Mulai layoutnya, mulai peralatannya, validasinya, itu memakan waktu 1,5 tahun," katanya, Selasa, (24/11).

Dijelaskannya, jika target dibangunnya pabrik vaksin tersebut lebih kepada produksi vaksin meningitis halal.  Namun, untuk vaksin Covid-19 akan dilakukan secara paralel dengan pengawasan ketat dari BPOM, sebab uji klinis terhadap vaksin covid-19 menghabiskan waktu sekitar 6 bulan.

"Kalau (vaksin) Covid-19 bertahap. Kita uji klinis dulu. Kalau enam bulan, mulai kan sekitar triwulan ketiga. Jadi inshaallah Desember (2020) atau Januari (2021) kita mulai," ujarnya.

"Jadi kan ada (vaksin) sinovac ada yang disini. Secara paralel akan kita proses. Mudah-mudahan hasilnya bagus. Ini merupakan vaksin Covid-19 yang rekombinan, nanti secepatnya akan kita masukkan ke komite etik. Kita ikut yang cinovac," tambahnya.

Mahendra menjelaskan, target pendistribusian vaksin Covid-19 yang nanti akan diproduksi oleh pihaknya untuk menopang kebutuhan nasional.

Namun hal itu tetap akan bergantung kepada kebutuhan masyarakat, sambil melihat adanya pasokan vaksin yang didatangkan pemerintah dari negara luar.

"Kita bicara Indonesia, tentu prioritas pendistribusiannya Indonesia. Jadi nanti jangan Indonesia aja kalau produksinya lebih. Kita lihat kebutuhan masyarakat juga, gabungan import mana yang lebih cepat duluan," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan, dibangunnya pabrik vaksin milik swasta tersebut sudah berdasarkan urgensi mengenai kemandirian dalam upaya preventif global public health.

Sehingga dapat memperkuat indusutri vaksin di Indonesia, sekaligus mendukung percepatan penanganan pandemi covid-19.

"Kalau dilihat urgensinya itu mengenai kemandirian, sekarang ini kita memiliki ketergantungan. Jadi diharapkan makin banyak yang produksi (vaksin), semakin mandiri. Daripada import kan?," kata Moeldoko.

Selain itu, dibangunnya pabrik vaksin yang akan memproduksi vaksin covid-19 tersebut, diungkapkan Moeldoko, mampu memberi keyakinan pada dunia internasional bahwa Indonesia cukup serius menangani persoalan pandemi covid-19.

"Ini memberikan keyakinan global, jika Indonesia cukup serius menangani covid. Kemudian Indonesia punya penangkal yang tidak bisa diabaikan oleh dunia internasional," tukasnya. [ars]



Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds