Begini Strategi Pelaku Usaha Baja Ringan Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Ekbis  RABU, 25 NOVEMBER 2020 , 01:16:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Begini Strategi Pelaku Usaha Baja Ringan Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Housing Estate Award/LAN

RMOLBANTEN. Pandemi Covid-19 rupanya sangat berdampak bagi sektor konstruksi. Ekonomi yang juga merosot, membuat biaya operasional tak sebanding dengan pemasukan.

Kini, memasuki masa new normal aktivitas ekonomi di beberapa sektor termasuk properti sudah mulai berjalan kembali. Peran pemerintah secara langsung menjadi salah satu pemicu bangkitnya aktivitas bisnis properti Indonesia.

Namun demikian, para pelaku usaha konstruksi yang terlibat di dalamnya juga harus tetap jeli melihat peluang.

Demikian disampaikan Direktur Marketing PT Alsun Suksesindo Nicolas Kesuma seusai menerima penghargaan dalam ajang Housing Estate Award 2020 di Hotel Santika, Teraskota BSD, Serpong, Tangsel, Selasa (24/11).

"Strategi mengatasi pandemi yang pertama adalah melihat dan menganalisa costing. Usahakan semua linier bisnis itu jangan sampai ada costing yang berlebihan. Kemudian yang kedua karena pandemi cukup panjang sementara vaksin baru akan dijalankan akhir tahun, jadi 2021 itu kita mengharapkan rebound. Kemudian yang terakhir, adalah dengan melihat porsi pasar medical yang lebih besar," papar Nicolas.

PT Alsun Suksesindo diganjar penghargaan untuk kesekian kalinya dari Housing Estate, karena komitmennya memberikan produk unggulan buatan dalam negeri untuk Indonesia.

Salah satu produk unggulan dalam penghargaan ini di luar rangka atap baja ringan adalah produk panel insulated dengan coating anti bacterial yang secara khusus digunakan dalam pembangunan fasilitas isolasi dan observasi bagi rumah sakit COVID 19.

"Kita melihat growth atau pertumbuhan di sisi medical itu cukup tinggi. Rangka atap baja ringan tidak hanya digunakan di perumahan. Kita lihat Rumah Sakit Pulau Galang (RS Covid-19), RS Adam Malik itu pun menggunakan rangka atap baja ringan kita. Jadi bagaimana strategi kita bisa melebarkan sayap ke segmen- lain salah satunya seperti itu. Jadi tidak hanya menutup diri di properti saja," jelasnya.

Lanjut Nicolas, kelebihan produknya yang pertama lapisan sandwich panel atau baja ringannya itu sudah dilapisi coating anti bacterial.

"Jadi untuk virus Covid-19 pencegahannya itu jauh lebih minim. Yang kedua kami baru saja menyelesaikan proyek minggu lalu, yaitu ruang negative pressure yang kita bangun bekerjasama dengan FKG, Rumah Sakit Gigi dan Mulut universitas Trisakti. Itu adalah rumah sakit pendidikan pertama di Indonesia menggunakan fasilitas negative pressure," terang Nicolas.

Diketahui, ruang negative pressure atau ruang bertekanan negative adalah ruang dimana aerosol yang terbentuk pada saat tindakan pelayanan gigi akan diserap dan berganti dengan udara bersih.

"Sehingga risiko penyebaran virus COVID-19 akan dapat diminimalisir. Selain itu, udara yang berasal dari ruangan akan disaring dengan HEPA filter berulang kali, sehingga udara yang keluar akan sangat aman dan tidak akan menyebar dan mencemari lingkungan luar gedung," tutupnya. [ars]


Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds