Loyalis HRS Bisa Berpaling, Direktur IPO: Dukungan Narji Terhadap Pangdam Bikin Kusut Strategi Kampanye Azizah-Ruhama

Politik  KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 , 07:57:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Loyalis HRS Bisa Berpaling, Direktur IPO: Dukungan Narji Terhadap Pangdam Bikin Kusut Strategi Kampanye Azizah-Ruhama

Artis Komedian Narji (kedua kanan) saat memberikan dukungan terhadap Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman/Repro

RMOLBANTEN Langkah artiskomedian terkenal Narji terdepan memberikan dukungan kepada Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman terkait pencopotan baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS), ditengarai akan membuat kusut strategi pemenangan di tim Siti Nur Azizah dan Ruhamaben di Pilkada Kota Tangsel.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Kamis (26/11)

Baca: Airin Dampingi Pangdam Jaya Saat Apel Pengamanan Pilkada, Begini Komentar FPI Tangsel

Dedi menilai dukungan Narji terhadap Pangdam Jaya tidak produktif karena posisi Narji sendiri sebagai pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel Siti Nur Azizah dan Ruhamaben.

Bahkan Narji sendiri nampak menjadi andalam tim Azizah-Ruhamaben, hal itu seperti terlihat dalam tayangan sosialiasi di TV ketika debat Pilkada lalu.

Menurut Dedi, langkah Narji itu sedikit banyak akan mempengaruhi psikologi pendukung Habib Rizieq Syihab (HRS) dan kelompok 212 yang cukup banyak di Tangsel.

"Keterlibatan Narji dalam polemik Pangdam Jaya dengan HRS jelas tidak produktif pada konstelasi Pilkada Tangsel, terlebih Narji dikenal sebagai salah satu pendukung kontestan," katanya.

"Tentu disayangkan, karena bagaimanapun pemilih Tangsel juga ada loyalis HRS," ujar Dedi.

Dengan psikologi itu, ada kemungkinan loyalis HRS yang telah mendukung Azizah-Ruhama akan meninggalkan jagoannya dalam perebutan kursi orang nomor satu di Tangsel.

Maka dari itu, Dedi menyanyangkan sikap Narji. Seharusnya sebagai salah satu pendukung paslon di Pilkada Tangsel, Narji bisa lebih bijak dan pandai membaca situasi.

"Narji seharusnya bijak dan pandai membaca situasi, ia bisa saja memperkeruh strategi kampanye yang ia lakukan di Tangsel, dan imbaznya bisa saja kontestan yang didukung ramai-ramai ditinggalkan loyalis HRS," terangnya.

Lanjut Dedi, apalagi pemilih di Tangsel itu secara primordialisme adalah kelompok struktural semacam dari Betawi.

"Termasuk kelompok Islam yang juga dekat dengan aktivitas HRS. Maka, mau tidak mau mengkhwatirkan dan terlalu beresiko," kata Dedi.

Untuk itu, Dedi memberikan saran kepada seluruh tokoh di Tangsel agar tidak terlibat manuver politik yang tidak ada hubungannya dengan kondisi di Tangsel.

"Saran saya untuk para tokoh-tokoh di Tangsel tidak perlu terlibat dalam manuver politik yang tidak ada relevannya terhadap kondisi di Tangsel," demikian Dedi. [ars]




Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds