Cerita Petugas Pelipat Surat Suara Pilkada Tangsel, Harus Rela Tinggalkan Keluarga

Kota Tangerang Selatan  JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 00:17:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Cerita Petugas Pelipat Surat Suara Pilkada Tangsel, Harus Rela Tinggalkan Keluarga

Petugas pelipat surat suara di Gudang KPU Tangsel/LAN

RMOLBANTEN Sebanyak 1.001.874 lembar kertas surat suara Pilkada serentak 2020 di Tangsel sudah mulai dilakukan proses pelipatan di Gudang KPU Tangsel, Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel.

Mayoritas yang dipekerjakan untuk melipat kertas surat suara Pilkada Tangsel merupakan wanita dengan usia berkisar 35 tahun keatas.

Guna menyelesaikan target yang diberikan KPU Tangsel selama 3 hingga 5 hari kedepan, mereka yang datang dari wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat juga diberikan tempat menginap di Gudang KPU Tangsel.

Dan, banyak dari mereka harus rela meninggalkan keluarga beberapa hari untuk menunaikan tugasnya sebagai petugas pelipat suara.

Salah satu petugas pelipat kertas suara, Naswati (63) mengaku, sudah didukung oleh keluarganya untuk menjadi petugas pelipat surat suara di Tangsel. Meskipun, dirasanya sangat berat untuk meninggalkan suami dan anaknya.

"Karena saya tinggal di Cempaka Putih, jadi saya disini menginap untuk beberapa hari, karena kan jauh. Bersyukur anak-anak semua mendukung, suami juga mendukung," ujar Naswati di Gudang KPU Tangsel, Kamis (26/11).

Naswati juga mengaku, segala kebutuhan mulai dari konsumsi sangat terpenuhi dan difasilitasi oleh KPU Tangsel.

"Disini dijamin, mulai dari makannya, buahnya, minumnya terjamin semuanya," imbuhnya.

Diketahui bukan kali pertama, Naswati menjadi petugas pelipat surat suara. Ia, sebelumnya sudah diminta menjadi petugas pelipat surat suara pada Pilpres 2019.

"Pilpres kemarin, saya dapat tugas di Jawa untuk melipat suara. Disitu keluarga juga mendukung," katanya.

Senada dengan Naswati, petugas pelipat surat suara Pilkada Tangsel, Rika (50) harus meninggalkan anak semata wayangnya.

"Saya pas dapat tugas ini juga minta izin dulu ke anak dan dibolehkan. Karena saya kan single parent, jadi dapat tugas ini lumayan lah buat nambah-nambah," kata Rika yang juga tinggal di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Rika juga menjelaskan, sejak 1992 sudah menjadi tenaga pelipat surat suara. Untuk itu, dirinya sudah mahir dalam melipat kertas surat suara.

"Saya dari tahun 92, sampai lupa dulu bayarannya berapa, tapi lumayan. Ya sudah biasa juga melipat, disini bisa 5 dus sehari, satu dusnya 2.000 surat suara," demikian Rika. [ars]




Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds