Pandemi Covid-19, Properti Miliaran Tetap Jadi Incaran Kaum Milenial

Ekbis  SABTU, 28 NOVEMBER 2020 , 09:58:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Pandemi Covid-19, Properti Miliaran Tetap Jadi Incaran Kaum Milenial

Klaster Baroni di Summarecon Serpong/AUL

RMOLBANTEN Adanya pandemi Covid-19 nyatanya tak membuat dunia property ambruk. Pasalnya, mulai dari program rumah murah, tempat usaha seperti ruko, rumah susun, sampai rumah elit ternyata masih banyak diburu.

Banyak pengembang elit yang masih terus mengeluarkan produk mewahnya yang berharga miliaran rupiah.

"Di tengah kondisi saat ini, konsumen properti tetap menyambut positif produk-produk kami. Terhitung dari pertengahan tahun 2020, dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, respon positif terus bergulir atas penjualan produk-produk properti yang dipasarkan," ujar  Executive Director Summarecon Serpong, Magdalena Juliati, Sabtu (27/11).

Magdalena mengungkapkan, penjualan property seharga miliaran rupiah masih laku terjual meski Indonesia sempat mengalami resesi akibat Pandemi. Namun, banyak konsumen yang mencari jenis rumah dengan nuansa lingkungan sehat dan hijau.

"Properti dinilai masih baik untuk berinvestasi. Tapi kalau produk-produk siap huni diburu konsumen karena kebutuhan untuk ditinggali, mereka ini belakangan memprioritaskan hunian dengan lingkungan sehat dan hijau," ungkap Magdalena.

Lantaran masih banyaknya konsumen yang mencari konsep hunian sehat inilah, Summarecon Serpong kembali mengeluarkan produk rumah mewah dia lantai yang berkonsep minimalis dengan dilengkapi teknologi dengan harga mulai dari Rp 1,1 miliar.

Meski memiliki harga miliaran, lagi-lagi perusahaan properti ini mengincar pasangan muda atau kaum milenial sebagai konsumen utamanya.

Pihaknya pun memberikan kemudahan dengan pembayaran uang muka yang bisa dicicil hingga 24 kali, pembayaran KPR yang bisa dicicil mulai dari Rp 6 juta, dan program KPR lainnya.

"Klaster Baroni ini menjadi pilihan yang tepat untuk milenial atau pasangan muda. Karena itu banyak cara bayar yang kami permudah," pungkasnya. [ars]




Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds