Jawab Tuduhan Terlibat Ekspor Benur, Saraswati: Saya Kuat Karena Fitnah

Politik  SABTU, 28 NOVEMBER 2020 , 22:14:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Jawab Tuduhan Terlibat Ekspor Benur, Saraswati: Saya Kuat Karena Fitnah

Calon Wakil Walikota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dengan suami saat kulineran/Repro

RMOLBANTEN Calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut satu, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memberikan klarifikasi ketika dikaitkan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo.

Dikaitkannya Saraswati ke dalam kasus itu, membuatnya geram dan merasa difitnah. Saraswati sudah menduga, akan diterpa serangan dimulai dari hasil survei Indikator Politik Indonesia mengunggulkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, Muhamad-Saraswati.

"Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami," ujar Saraswati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11).

"Tak lama kemudian berita soal Menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar," tambahnya.

Bahkan, Saraswati menegaskan izin perusahaan keluarganya, PT Bima Sakti Mutiara yang memperoleh izin budi daya lobster, menepis dugaan adanya unsur KKN (korupsi kolusi nepotisme), karena telah mengikuti semua prosedur seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya. Apalagi dikaitkan dengan kasus korupsi yang menjerat Menteri KKP.

"Kasus yang menimpa Menteri KKP adalah soal suap yang dilakukan oleh satu PT kepadanya dan beberapa orang secara pribadi. Apa hubungannya dengan perusahaan kami?," tegas Saraswati.

"Kami melalui proses pendaftaran untuk ijin sama seperti 60 perusahaan lain yang mendapatkan ijin. Di mana kolusinya?," lanjutnya.

Saraswati juga menegaskan, bahwa dirinya sudah tidak aktif dalam perusahaan sejak resmi sebagai calon Wakil Walikota Tangsel.

"Sejak saya dideklarasikan maju di Tangsel, saya tidak lagi terlibat aktif di perusahaan yang tercantum sebagai penerima ijin ekspor benur," tutut Saraswati.

Masih kata Saraswati, ia juga bisa memastikan jika perusahaannya belum pernah melakukan eskpor benur.

"Saya bisa pastikan sampai saat ini perusahaan tersebut belum melakukan ekspor benur sama sekali. Justru yang baru kami lakukan beberapa minggu lalu adalah pelepasliaran atau restocking lobster ke alam," paparnya.

Menurutnya, lawan politik yang mengambil kesempatan dengan melempar tuduhan dan fitnah kepadanya membuat ia kuat untuk tegar menghadapinya.

"Percayalah, saya tidak akan pernah lelah memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Saya teringat dengan penguatan bahwa lebih tinggi kita beranjak, lebih kencang pula angin menerpa. Saya kuat justru karena saya difitnah," tutup Saraswati. [ars]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds