Rakyat Miskin Di Pandeglang Diklaim Dinsos Seluruhnya Sudah Tersentuh Bantuan

Kabupaten Pandeglang  MINGGU, 29 NOVEMBER 2020 , 14:02:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Rakyat Miskin Di Pandeglang Diklaim Dinsos Seluruhnya Sudah Tersentuh Bantuan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Nuriyah (berdiri)/MUL

RMOLBANTEN Masyarakat miskin atau pra sejahtera di Kabupaten Pandeglang yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) diklaim sudah tersentuh bantuan berbagai program pengentasan kemiskinan yang dikucurkan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Pandeglang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Nuriyah, Minggu (29/11).

Menurutnya, berdasarkan evaluasi program pengentasan kemiskinan dari periode 2016-2020, melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Pandeglang tercatat ada 113.344 Kepala Keluaraga yang hidup masuk dalam kategori pra sejahtera atau miskin, 77.185 masyarakat diantaranya telah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan 115.000 masyarakat lainya mendapatkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Berdasarkan evaluasi dari tahun 2016-2020, ternyata dari angka kemiskinan yang berjumlah 113.44 KK. 77.185 diantaranya mendapatkan program PKH, kemudian yang dapat program BPNT ada sekitar 115.000, artinya yang miskin ini sudah tercover oleh pemerintah,” terangp Nuriyah.

Dijelaskan Nuriyah, bahwa dari beberapa program pengentasan kemiskinan yang dikucurkan, pemerintah pusat, pemprov Banten dan Kabupaten Pandeglang ini, telah mengucurkan anggaran yang tidak sedikit setiap tahunnya.

Pihaknya mencatat untuk Program PKH saja pemrintah pusat telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp 400 miliar dan untuk program BPNT pemerintah mengeluarkan dana perbulannya hamper RP 23 miliar.

"Kalau ditotalkan uangnya dari program PKH satu tahunnya pemerintah mengeluarkan anggaran itu hampir Rp 400 milliar , kemudian yang BBNT nya sebulan 23 milliar dikali 12 bulan,” bebernya.

Nuriyah menambahkan, jika dengan kedua program pengentasan kemiskinan tersebut, pihak telah melakukan evaluasi keberhasilan terhadap program tersebut. Pihaknya mencatat setidaknya ada 5.301 keluarga yang taraf ekonominya meningkat dari pra sejahtera menjadi sejahtera dan secara sukarela mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

"Evaluasi kinerja program PKH yaitu yang graduasi dari tahun 2016-2020 ini saya hitung semua itu ternyata yang graduasi ada 5.301 keluarga. Dia sejahtera ada yang keluar terus secara sistem karena komponen nya habis tidak ada lagi yang harus dibantu ada juga yang sadar diri untuk Keluar dari program itu karena dia ngerasa lebih sejahtera dibandingkan tetangganya,” demikian Nuriyah. [ars]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds