Rocky Gerung: Kita Cemas Karena Pemerintah Tidak Siapkan Protokol Bernegara

Politik  KAMIS, 03 DESEMBER 2020 , 01:17:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rocky Gerung: Kita Cemas Karena Pemerintah Tidak Siapkan Protokol Bernegara

Pakar sekaligus filosof dari UI, Rocky Gerung/Repro

RMOLBANTEN Pakar politik yang juga filosof Universitas Indonesia, Rocky Gerung menerangkan protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan dalam acara dialog nasional 100 ulama dan tokoh yang diselenggarakan oleh PA 212 dan Front Pembela Islam (FPI) cukup ketat dan lengkap.

Lebih jauh daripada itu, kata Rocky ada protokol lain yang sedianya dihadirkan oleh pemerintah, yakni protokol bernegara.

"Kita di sini lengkap dengan protokol kesehatan. Tapi kita tuntut lebih dari itu, kita ingin ada protokol bernegara," ujar Rocky dalam acara "Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh", Rabu (2/12).

Ia menyesalkan protokol dalam bernegara itu justru tidak disiapkan oleh Presiden Joko Widodo selaku kepala negara dalam mengelola negara.

"Dan itu yang tidak disiapkan oleh kepala negara," sesalnya.

Kata Rocky, atas dasar itu dalam rangka memahami protokol bernegara sedianya belajar dari para guru yang mafhum dalam mengelola dan menjawab problematika kehidupan berbangsa.

"Kita perlu guru-guru untuk mengajar cara bernegara. Tadi Refly Harun telah mengurai di bidang hukum. Ichsanuddin Noorsy juga adalah guru protokol bernegara di bidang kebijakan ekonomi," tuturnya.

Hal itu kata Rocky, lantaran protokol bernegara tidak disiapkan bahkan cenderung dilanggar sendiri oleh kepala negara dan membuat situasi saat ini penuh dengan kecemasan.

"Hari ini menunjukkan bahwa sebetulnya kita sedang berada dalam kecemasan karena protokol bernegara dilanggar sendiri oleh kepala negara," tegasnya.

"Karena berbagai kebijakan bisa diuji diselundupkan melalui hukum, melalui kebijakan ekonomi yang tidak didasarkan pada dasar berfikir. Itu yang disebut sebagai kebijakan negara yang ugal-ugalan," demikian Rocky Gerung dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds