Apresiasi Untuk Kepala BNPB Doni Monardo Dan Warning Untuk Potensi Bencana Akhir Tahun

Opini  SABTU, 05 DESEMBER 2020 , 01:37:00 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Apresiasi Untuk Kepala BNPB Doni Monardo Dan <i>Warning</i> Untuk Potensi Bencana Akhir Tahun

Letjen Doni Monardo/Net

RMOLBANTEN Persis menjelang akhir tahun 2020 ini, secara serentak sejumlah gunung berapi menunjukkan peningkatan aktivitas.

Tepatnya sejak Oktober, 2 gunung ini sudah mulai "batuk batuk" hingga periode Desember 2020 ini.

Sebutlah misalnya Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Sinabung, dan Gunung Ili Lewotolok.

Keempat gunung ini tak segan-segan erupsi saat Indonesia masih terbelenggu dalam situasi pandemi.

Dan di tengah kesibukannya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo sudah terbang ke NTT untuk meninjau situasi pasca Gunung Ili Lewotolok erupsi.

Setidaknya dana bantuan Rp 500 juta telah digelontorkan BNPB untuk dana kontijensi atau dana (cadangan) untuk penanggulangan bencana.

Bulan lalu, Doni juga langsung terbang ke Yogyakarta pasca meletusnya Gunung Merapi.

Yang perlu dicermati di sini oleh BNPB bahwa menyerahkan dana kontijensi memang sangat tepat dan pantas diapresiasi.

Tapi, kewenangan untuk mengelola dan membagikan dana itu, ada di tangan siapa?

Ingat bahwa jika terjadi sebuah bencana alam di Indonesia, masyarakat setempat otomatis dievakuasi dan diungsikan ke tenda-tenda darurat, atau dititipkan ke bangunan terdekat.

Dan di situlah mereka harus menjalani hidup darurat.

Dapur umum perlu dibuka, dari mana dananya?

Penanganan kesehatan pengungsi, termasuk obat dan kebutuhan pokok mereka, dari mana dananya?

Petugas, termasuk anggota TNI-Polri yang selalu ada di garis terdepan menolong masyarakat Indonesia jika terkena bencana, bukankah mereka juga perlu diberi tambahan dana untuk biaya operasional dan uang rokok mereka?

BNPB harus lebih care atau lebih peduli sampai hal yang sangat sederhana sekalipun.

Saat terjadi bencana banjir melanda wilayan Cilacap bulan November lalu, sampai beberapa hari tak ada bantuan apapun dari pemerintah setempat. Padahal banjir di Cilacap itu merendam ratusan desa selama berhari-hari.

Kita ingat sejenak saat terjadi bencana alam tsunami menimpa Lampung dan Banten di penghujung bulan Desember 2018.

Persis di malam hari pada tanggal 22 Desember 2018, gelombang tsunami menyapu bersih sebagian wilayah Lampung dan Banten.

Dua Kapolda yaitu Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto dan Kapolda Banten Brigjen Tomsi Tohir, terjun langsung ke lapangan beserta jajaran mereka selama berhari hari untuk menolong masyarakat.

Secara kebetulan setiap tahun, jajaran Polri memang menggelar Operasi Lilin untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Sehingga duapertiga kekuatan personel di masing masing Polda ada di lapangan, terutama bagian Lalu Lintas (Lantas).

Bencana alam tsunami di penghujung bulan Desember 2018 adalau pelajaran yang sangatke berharga untuk kita semua.

Bahwa di akhir tahun, bencana alam pun bisa datang di saat yang tidak terduga.

Vokalis grup musik Seventeen, Ifan, menceritaan pengalamannya saat grup musiknya diundang nyanyi di pinggir pantai Anyer.

Panggung didirikan hanya jarak sekian meter dari pinggir pantai.

Sekitar jam 21.00 malam, ombak tsunami yang oleh saksi mata di Anyer disebut tingginya setinggi pohon kelapa, tiba-tiba datang dan menyapu bersih semua yang ada di daratan.

Ifan yang sedang menyanyi, dalam sekejap sudah berada di tengah lautan dalam keadaan antara hidup dan mati. Gelap gulita, di sekelilingnya ada tumpukan barang, dan kakinya ditarik-tarik korban lain yang juga terseret ke tengah lautan.

Jadi, mari belajar dari pengalaman masa lalu.

Sebab pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru yang baik.

Anyer, baru baru ini, sudah melakukan uji coba penggunaan alat pemberitahuan tsunami.

Dan itu harus diikuti oleh wilayah lain yang memang rawan terkena tsunami.

27 Hari menjelang pergantian tahun 2020 menuju 2021, Indonesia harus sangat siap terhadap potensi bencana alam di akhir tahun.

Sebab memang sudah pernah terjadi sebelumnya di mana negara kita dihantam bencana alam persis saat Indonesia memasuki akhir tahun.

Sembari kita tetap berdoa agar senantiasa Tuhan melindungi kita semua di Indonesia tercinta ini. [dzk]

Komentar Pembaca
Merawat Kebangsaan Kita

Merawat Kebangsaan Kita

MINGGU, 24 JANUARI 2021

Tunggu 14 Hari

Tunggu 14 Hari

MINGGU, 24 JANUARI 2021

Jangan Gerogoti Peradaban Sendiri

Jangan Gerogoti Peradaban Sendiri

SABTU, 23 JANUARI 2021

Kantong Plastik

Kantong Plastik

SABTU, 23 JANUARI 2021

Positif Negatif

Positif Negatif

KAMIS, 21 JANUARI 2021

Penemuan Kuwat

Penemuan Kuwat

RABU, 20 JANUARI 2021

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds