Menyoal CCTV Tol Japek KM 50, Roy Suryo: Teknologi Harus Jadi Solusi Bukan Alibi

Politik  SELASA, 15 DESEMBER 2020 , 14:05:00 WIB | LAPORAN: FEBY FIRMANSYAH

Menyoal CCTV Tol Japek KM 50, Roy Suryo: Teknologi Harus Jadi Solusi Bukan Alibi

Pakar telematika KRMT Roy Suryo/Net

RMOLBANTEN Pakar telematika Roy Suryo Notodiprojo ikut menyorot kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati polisi di KM 50 tol Jakarta-Cikampek.

Secara khusus, Roy Suryo lebih menyoroti soal keberadaan CCTV di tol Japek, tepatnya di lokasi yang disinyalir menjadi tempat insiden penembakan laskar FPI mengalami gangguan.

Roy Suryo, berharap gangguan CCTV yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Syubakti Syukur tak berujung polemik seperti pada kasus buronan KPK, Harun Masiku.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menilai kala itu, pengungkapan rekaman CCTV di Bandara Soekarno Hatta terkendala sebelum akhirnya diungkap media dengan ada sosok Harun Masiku dalam rekaman CCTV bandara.

"Kalau memang benar penjelasan Dirut Jasa Marga Subakti Syukur di depan Komnas HAM bahwa rekaman CCTV di KM 50 tol Japek tersebut tidak rusak, hanya 'terhambat pengiriman datanya', semoga tidak terlalu lama seperti kasus Harun Masiku tempo hari," ujarnya di akun Twitternya, Senin (14/12).

"Kita berharap kasus cepat clear," jelas Roy Suryo.

Selanjutnya Roy Suryo menjelaskan, sesuai dengan namanya, CCTV (Closed Circuit Television) memang bersifat terbatas, namun rekamannya harus tetap bisa dibuka kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

"Dalam hal Kasus ini salah satunya diberikan ke KomNas HAM dan TPF (kalau memang ada & diperlukan)," katanya.

Sebelumnya, pernyataan adanya gangguan CCTV tol Jakarta-Cikampek KM 50 disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Syubakti Syukur saat diperiksa Komnas HAM.

Ia menyatakan bahwa rekaman CCTV di lokasi tersebut tidak rusak. Dokumen terkait peristiwa pun telah diserahkannya kepada Komnas HAM.

"CCTV yang dikabarkan rusak itu sebenarnya enggak. CCTV kita itu semuanya berfungsi,” kata Syubakti di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat.

"Jadi CCTV kita di Jakarta-Cikampek maupun elevated di bawahnya itu ada 277 CCTV. Kemarin memang kebetulan terganggu, itu bukan CCTV-nya. CCTV tetap berfungsi, tapi pengiriman data itu terganggu hanya 24 CCTV dari KM 48, 49 sampai 72,” jelas Syubakti.

Namun kata Roy Suryo, statemen Dirut Jasa Marga dalam berbagai pemberitaan ini sebenarnya tidak tegas bahkan jadi kontradiktif.

"CCTV yang sangat penting tersebut hanya "rusak link"-nya dari Camera ke Server, namun masih ada di masing-masing DVR-nya. Atau gara-gara "kerusakan" tsb menjadi tidak ada Backup. Bagaimana QC-nya," ujar Roy Suryo.

"Teknologi harus jadi Solusi, bukan Alibi," tutup Roy Suryo. [dzk]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds