Petugas Bea Cukai Gadungan Bareng WNA Tipu WNI Hingga Ratusan Juta Rupiah

Hukum  KAMIS, 17 DESEMBER 2020 , 18:37:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Petugas Bea Cukai Gadungan Bareng WNA Tipu WNI Hingga Ratusan Juta Rupiah

Rilis kasus penipuan di Bandara Soekarno-Hatta/AUL

RMOLBANTEN. Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta membekuk petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta gadungan yang menipu sejumlah korban hingga ratusan juta rupiah.

Pelaku yakni LRD yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta untuk memeras para korbannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, LRD bekerjasama dengan tiga WNA asal Nigeria untuk menggaet korban.

"Ada tiga WN Nigeria yaitu IAI, ACN, dan CJU," ujar Yusri di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/12).

Yusri mengungkapkan, ketiga WN Nigeria tersebut memiliki peran untuk mendekati korbannya secara terus menerus untuk mendapatkan kepercayaan si korban.

"WNA dari Nigeria, penipuan mengganggu sosmed. Modus dipacari, diajak kencan, foto profil diganti, lalu diajak bisnis. Merayu korban berbulan bulan," jelas Yusri.

Ketiga tersangka mengaku tinggal di luar negeri saat mengobrol dengan korbannya melalui pesan singkat WhatsApp.

"Di WA juga mereka menggunakan foto orang lain yang ganteng dan mengobrol menggunakan bahasa inggris jadi merasa yakin," ujar Yusri.

Yusri mengungkapkan, nantinya ketika korban sudah yakin, ketiga WN Nigeria tersebut mengaku akan datang ke Indonesia untuk bertemu dengan korban yang sudah terlanjur dekat.

"Namun, ketiganya mengaku mengalami kendala di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta karena membawa uang 300.000 USD dan dianggap sudah melebihi batas maksimal uang dari luar negeri," ungkapnya.

Dengan modus tersebut, lanjut Yusri, ia pun meminjam uang kepada korban agar dapat terbebas dari permasalahan izin Bea Cukai tersebut.

"Mereka mengaku kalau ada sejumlah regulasi di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta jadi ditahan izinnya, dan mengaku ada kenalan dari orang dalam Bea Cukai Sorkarno-Hatta," ungkap Yusri.

Usai korban percaya dengan WN Nigeria tersebut, LRD pun mengambil perannya untuk meyakinkan si korban. Sebab, LRD mengaku sebagai petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan meminta sejumlah uang kepada korban untuk pura-pura membantu ketiga pelaku.

"Korban dibujuk oleh yang mengaku bernama Carloz Sanchez untuk membantu biaya clearence untuk uang tersebut dapat tidak ditegah Bea Cukai sejumlah Rp 17.600.000 dan dikirimkan melalui rekening pribadi," ungkap Yusri.

Atas laporan dari korban terakhir, para tersangka pun berhasil dibekuk dibeberapa lokasi seperti, Jakarta Utara, Garut, Surabaya, dan Jogjakarta.

"Pelaku sudah satu tahun melakukan aksi yang sama, jadi diduga pelaku sudah melakukan penipuan hingga ratusan juta," jelasnya.

Keempat tersangka pun disangkakan pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana soal penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman enam tahun penjaran atau denda maksimal Rp 1 miliar. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds