Tim Muhamad-Saraswati Bawa Dugaan Kecurangan Birokrasi ASN Dan Politik Uang Ke MK

Politik  JUM'AT, 18 DESEMBER 2020 , 01:03:00 WIB | LAPORAN: FEBY FIRMANSYAH

Tim Muhamad-Saraswati Bawa Dugaan Kecurangan Birokrasi ASN Dan Politik Uang Ke MK

Sengketa Pilkada Tangsel antara Calon Walikota Tangsel Benyamin Davnie dengan Muhamad berlanjut ke Mahkamah Konstitusi/Repro

RMOLBANTEN Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan yang sudah ditetapkan KPU Tangsel sebagai peraih suara terbanyak di Pilkada Kota Tangsel, belum bisa tenang mengklaim kemenangan.

Pasalnya paslon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memperkarakan sejumlah dugaan kecurangan yang menjadi dalih tidak ditandanganinya pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Tangsel.

Plh Ketua KPU Kota Tangsel, M Taufik Mz mengatakan, alasan saksi paslon nomor urut 1 tak bisa menerima keputusan rapat pleno didasari persoalan administrasi.

"Tentu itu hak ya meskipun penandatanganan saksi tidak mempengaruhi keabsahan berita acara, tapi kita menghargai itu hak, pilihan mereka," terang Taufiq.

Taufiq meyebut sejumlah permasalahan di luar proses perhitungan surat suara tersebut seperti dugaan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Alasannya bahwa tidak menerima proses terkait administrasi maupun telah disampaikan di forum itu terkait netralitas ASN, money politic dan seterusnya, tentu itu ranah yang lain," jelasnya.

Pihaknya, kata Taufiq, setelah penetapan rapat pleno itu pihaknya bakal menunggu gugatan sengketa Pilkada 2020 Kota Tangsel ke Mahkamah Konstitusi (MK) dari saksi paslon nomor urut 1 dengan rentan waktu tiga hari kerja.

Sementara, saksi dari pasangan calon (paslon) nomor urut satu pilkada Tangsel Muhamad-Rahayu Saraswati, Drajat Sumarsono, memang tidak memberikan tanda tangan lantaran keberatan dengan hasil rapat pleno rekapitulasi tingkat kota yang dilakukan oleh KPU Tangsel.

Drajat menyatakan, pihaknya merasa keberatan dengan hasil rekapitulasi dan mendapati adanya kecurangan dalam proses Pilkada Kota Tangsel.

"Belum ada pemenang. Jadi tidak boleh ada yang mengklaim pemenang karena prosesnya berlanjut ke Mahkamah konstitusi (MK),” jelas Drajat.

"Kami menduga ada kecurangan Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) ini kan perjuangan demokrasi. Kami masih mencari keadilan sampai tingkatan yang paling tinggi,” papar Drajat.

Salah satu kecurangan yang dimaksud adalah money politic yang dilakukan oleh pendukung Benyamin-Pilar, Willy Prakarsa.

Selain tiu, kata politisi PDI Perjuangan ini, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendukung salah satu paslon.

"Keberatan-keberatan kita mulai dari proses awal, mulai dari money politic, mulai dari keterlibatan birokrasi, keterlibatan penyelanggara mendukung salah satu pasangan calon," terangnya.

"Pasangan nomor 1 memastikan proses Pilkada belum selesai pada tataran pleno hari ini, artinya akan kita lanjutkan pada tingkat yang lebih tinggi,” demikian Drajat Sumarsono. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds