84 Kasus Pelanggaran Pilkada Di Tangsel, Satu Pelanggar Masuk Bui

Politik  RABU, 30 DESEMBER 2020 , 13:00:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

84 Kasus Pelanggaran Pilkada Di Tangsel, Satu Pelanggar Masuk Bui

Rapat evaluasi Bawaslu Tangsel/LAN

RMOLBANTEN Pilkada Tangsel telah usai. Namun, Badan Pengwas Pemilu (Bawaslu) Tangsel mencatat ada 84 pelanggaran selama Pilkada berlangsung yang ditindak oleh Gakkumdu.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Tangsel, Ahmad Jajuli mengatakan, dari 84 pelanggaran, 12 diantaranya merupakan temuan pengawas.

Akan tetapi, dari 84 laporan dan temuan, ada beberapa yang tidak bisa diregistrasi dan ada juga kasus yang diteruskan.

"Alasannya, karena persyaratannya yang tidak memenuhi. Misalnya kurangnya bukti," ujar Jajuli dalam keterangannya, Rabu (30/12).

Sebagian pelanggaran tidak bisa diregistrasi dikarenakan bentuk pelanggarannya yang sudah kadarluasa.

"Sehingga terpaksa pelanggaran tersebut tidak bisa diteruskan atau diregistrasi," imbuhnya.

Lanjut Jajuli, jenis pelanggaran pada masa kampanye mendominasi para bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, salah satunya kampanye di media massa.

"Jadi memang ada kampanye di media massa, kampanye di luar jadwal, di tempat ibadah dan lainnya," tutur Jajuli.

Sementara itu, satu-satunya tindak pelanggaran Pilkada Tangsel yang telah menjalani proses hukum dan denda Rp 200 juta.

"Saat ini, satu tindakan pelanggaran yang diberlakukan tindakan. Yang mana melibatkan satu pelaku dan dihukum dengan tiga tahun penjara dengan denda Rp 200 juta," tandasnya.

Diketahui, kasus tersebut merupakan kasus politik uang yang dilakukan oleh Presidium Jaringan Aktivisi Reformasi Indonesia (JARI) 98, Willy Prakasa. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds