Dua ASN Pemprov Banten Karaoke Bersama Pemandu Lagu, TRUTH: Sanksi Hanya Omong Kosong

Hukum  SENIN, 04 JANUARI 2021 , 19:34:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Dua ASN Pemprov Banten Karaoke Bersama Pemandu Lagu, TRUTH: Sanksi Hanya Omong Kosong

Ilustrasi/NET

RMOLBANTEN. Dua oknum ASN Pemprov Banten yang tengah asyik Karoke bersama pemandu lagu  di kawasan Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kena gerebek Satgas Covid-19 Kota Serang pada Rabu (30/12).

Tindakan ASN di lingkup Pemprov Banten itu tentunya sangat mencoreng muka Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakilnya Andika Hazrumi.

Wakil Koordinator TRUTH, Jupri Nugroho mengatakan, jika sanksi terhadap ASN yang melanggar protokol kesehatan hanya omong kosong belaka.

"Omong kosong soal sanksi yang akan diberikan kepada ASN pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Karena terbukti masih adanya ASN yang keluyuran di tempat hiburan malam justru melanggar protokol kesehatan, sementara masyarakat dituntut menjalankan protokol kesehatan," ujar Jupri kepada Kantor Berita RMOL Banten, Senin (4/1).

Menurut Jupri mental ASN yang kedapatan bersama wanita penghibur di sebuah karaoke, membuktikan jika Pemprov Banten masih lembek soal penegakan aturan terhadap ASN.

"Bukti bahwa Pemprov Banten masih belum tegas terhadap penegakan aturan di internalnya. Padahal jelas baik Gubernur dan Kepala BKD mengancam akan memecat ASN yang masih melanggar protokol kesehagan, tentu kita lihat apakah dijalankan atau hanya lip service saja," tegasnya.

Selain melanggar protokol kesehatan, dua oknum ASN Pemprov Banten juga melanggar kode etik sesuai dengan UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

"Tidak hanya melanggar protokol kesehatan bahwa secara terang benderang ASN yang tertangkap sedang bersama wanita dan ada minuman keras, telah melanggar kode etik dan perilaku, karena ASN memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat bermoral tinggi namun bagaimana jika ASN justru tidak bermoral," papar Jupri.

Dengan ada kasus tersebut, yang mencoreng citra ASN di Pemprov Banten, TRUTH berharap ada langkah tegas dilakukan Wahidin Halim terhadap dua oknum ASN yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dan kedapatan meminuman keras bersama wanita penghibur.

"Baik Gubernur, BKD dan KASN turut serta memeriksa dan memberikan sanksi yang tegas, jika perlu sampai di pecat agar ada pembelajaran untuk ASN yang lain," tandasnya.

Diketahui dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berinisial SF (34) yang bertugas di Dinas Pertanian dan Peternakan dan S (41) bertugas di BPKP kedapatan tengah asyik di ruangan karaoke bersama teman-temannya dan 4 perempuan pemandu lagu di tempat karaoke di kawasan Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Rabu (30/12) lalu. [ars]



Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds