Tanda Tanya Roy Suryo Terkait Hasil Investigasi CCTV Di KM 49-50 oleh Komnas HAM

Hukum  SABTU, 09 JANUARI 2021 , 19:30:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Tanda Tanya Roy Suryo Terkait Hasil Investigasi CCTV Di KM 49-50 oleh Komnas HAM

Pakar telematika dan multimedia, KRMT Roy Suryo Notodiprojo/Repro

RMOLBANTEN Pakar telematika dan multimedia, KRMT Roy Suryo Notodiprojo menyoroti hasil investigasi Komisi Nasional hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait tragedi KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek)

Spesifik Roy Suryo mngomentadi hasil investigasi Komnas HAM terkait CCTV di KM 50 yang disebut pihak Jasa Marga tidak berfungsi.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini kemudian dalam akun Twitternya memposting dua gambar tangkap layar dokumen investigasi Komnas HAM yang terkait CCTV tersebut.

Di dalam dokumen tersebut, Komnas HAM melakukan investigasi lapangan untuk mengecek pernyataan Jasa Marga yang menyebut CCTV KM 50 tidak berfungsi.

Dalam dokumen tersebut Komnas HAM menganalisa CCTV Jasa Marga yang ada di KM 49 sampai KM 72, serta menganalisa rekaman percakapan (voicenote) Laskar FPI yang beredar.

Dari situ, Komnas HAM mendapatkan fakta dari keterangan saksi-saksi dan teridentifikasi sejumlah kendaraan roda empat yang diduga melakukan pembuntutan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab sejak dari Sentul, Bogor, hingga tanggal 7 Desember.

Komnas HAM juga mendapat informasi adanya kekerasan, pembersihan darah, pemberitahuan bahwa kejadian di KM 50 adalah kasus narkoba dan terorisme, serta adanya pengambilan CCTV di salah satu warung dan perintah penghapusan dan pemeriksaan handphone masyarakat di sana.

Dari investigasi tersebut Komnas HAM juga menerima informasi empat anggota Laskar FPI ditembak mati di dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari KM 50 ke atas menuju Polda Metro Jaya.

Roy Suryo menemukan sebuah kejadian yang menurutnya patut dipertanyakan. Karena, ada keterangan terkait upaya pengambilan CCTV dan pemeriksaan handphone warga. Di samping persoalan CCTV KM 50 yang disebut-sebut rusak.

"Menyimak hasil kesimpulan dan rekomendasi Komnas HAM
terhadap peristiwa 'Km 50', saya setidaknya mencatat bahwa ada 'Kebetulan yang (tidak?) disengaja' antara 'rusak'-nya CCTV di Km 49.72 dengan pengambilan CCTV di Rest Area Km 50 (yang kini sudah ditutup). Wallahualam," terang Roy Suryo. [dzk]



Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds