Demokrat: Kurang Tepat Presiden Mensyukuri ‘Indonesia Mampu Kelola Covid-19’, Minta Maaf Baru Tepat!

Politik  SENIN, 11 JANUARI 2021 , 10:09:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Demokrat: Kurang Tepat Presiden Mensyukuri ‘Indonesia Mampu Kelola Covid-19’, Minta Maaf Baru Tepat!

Hinca Pandjaitan/Net

RMOLBANTEN Mantan Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengkritik cara Presiden Joko Widodo terkait narasi penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 ini.

Kegagalan penanganan Covid-19 diketahui tidak hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain yang lebih maju. Tapi pemimpinnya tidak berat hati untuk menyatakan permintaan maafnya.

Hinca Pandjaitan menilai, ajakan Presiden Joko Widodo agar masyarakat Indonesia bersyukur karena Indonesia dianggap mampu mengelola pandemi Covid-19 dengan baik dinilai keliru.

Menurut Hinca mengucap rasa syukur memang harus senantiasa diucapkan setiap insan. Hanya saja kalimat Jokowi yang meminta masyarakat perlu mensyukuri kemampuan Indonesia mengelola Covid-19 merupakan hal yang kurang tepat.

"Mensyukuri ‘Indonesia mampu kelola Covid-19’ kurang tepat pak. Angka kasus positif, angka kematian, bertambah setiap hari. Signifikan pula. Harusnya bapak meminta maaf,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (11/1).

Presiden Jokowi pun lantas dibandingkan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel yang pada akhir tahun lalu meminta maaf kepada warga Jerman.

Merkel tidak jumawa dan tidak mengklaim keberhasilan lantaran banyak nyawa rakyatnya yang hilang karena pandemi.

Sementara di Indonesia, angka kematian Covid-19 sudah mencapai 24 ribu jiwa.

"Apa itu patut kita syukuri? Tidak tuan. Tidak,” tegas Hinca.

Adapun ajakan Presiden Jokowi agar masyarakat bersyukur karena Indonesia mampu mengelola pandemi Covid-19 disampaikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-48 PDIP.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia berhasil mengendalikan masalah kesehatan dan perekonomian di saat pandemi.

"Walau pandemik belum berlalu, tapi kita bersyukur bahwa kita termasuk negara yang mampu mengelola tantangan ini. Penanganan kesehatan yang bisa dikendalikan dengan terus meningkatkan kewaspadaan dan pertumbuhan ekonomi yang sudah naik kembali sejak kuartal 3 lalu meski dalam kondisi minus," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (10/1).

Terakhir permintaan maaf kata Hinca pada bulan Mei 2020 lalu, itu pu Wapres Aaruf Amin yang meminta maaf atas kesulitan pemerintah menghadapi Covid-19.

"Namun setelah itu, kata maaf sangat sepi diucapkan oleh pihak istana," katanya.

"Tapi sudahlah. Mari bersyukur. Tuan sudah bertitah," demikian Hinca Pandjaitan. [dzk]



Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds