Menhub Minta Jenazah Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Dimakamkan Di Kota Asal

Nusantara  SELASA, 12 JANUARI 2021 , 01:33:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Menhub Minta Jenazah Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Dimakamkan Di Kota Asal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi/AUL

RMOLBANTEN Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menemui keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kantor Pusat PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (11/1).

Dalam pertemuan tersebut, Menhub BKS biasa disangkat mendengarkan keinginan dari keluarga korban. Menhub juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya pencarian korban.

"Kami ingin keluarga korban merasa tenang dan yakin bahwa pemerintah tengah berupaya melakukan pencarian," kata Menhub di Posko Crisis Center Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Senin (11/1).

Dari pertemuan tersebut, Menhub mengungkapkan, banyak korban yang terdaftar di dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJY182 bukan hanya berasal dari Jakarta dan Pontianak saja.

"Tadi dalam diskusi ternyata bukan saja dari Jakarta tapi dari Jawa Tengah, Bangka Belitung, ada dari Bandung juga, sehingga menyebar," ungkapnya.

Oleh karena itu, para keluarga korban meminta pihak Sriwijaya Air dan Jasa Raharja memfasilitasi hingga ke pemakaman korban di Kota/Kabupaten asal masing-masing korban.

"Jadi sekali lagi kami sampaikan kepada Jasa Raharja dan Sriwijaya Air memberikan pelayanan yang baik termasuk diantaranya permintaan dari keluarga korban untuk dimakamkan di asal kota, tidak saja di Jakarta dan Pontianak tapi juga beberapa kota," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Raharjo mengatakan, jajaran komisaris dari Jasa Raharja dari hasil koordinasi dengan para stakeholder untuk menyampaikan hak korban. Pihaknya pun mendatangi keluarga korban untuk meminta berbagai data untuk keperluan klaim asuransi.

"Dari 62 penumpang, 50 penumpang dan 12 kru Jasa Raharja telah menghubungi dan mendatangi 24 kota/kabupaten untuk menyampaikan turut berduka cita dan kami memohon kan untuk bisa memperoleh persyaratan klaim dari Jasa Raharja," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds