Tak Pernah Tumpangi Sriwijaya Air yang Jatuh, Nama Sarah Beatrice Alomau Masuk Manifest

Keamanan  SELASA, 12 JANUARI 2021 , 19:52:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Tak Pernah Tumpangi  Sriwijaya Air yang Jatuh, Nama Sarah Beatrice Alomau Masuk Manifest

Petugas gabungan mengangkat serpihan pesawat Sriwijaya Air/Repro

RMOLBANTEN. Sarah Beatrice Alomau tak menyangka dirinya masuk dalam daftar manifest pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) lalu. Padahal, tidak pernah merasa memesan tiket maupun memiliki rencana terbang ke Pontianak.

Kuasa hukum Sarah Beatrice Alomau, J Richard Siwoe mengatakan, identitas Sarah dipakai tanpa seizinnya dalam penerbangan itu. Adapun yang menjadi penumpang dengan menggunakan identitas Sarah tanpa seizinnya yaitu teman satu kontrakannya, yakni Shelfi Ndaro.

"Jadi itu ceritanya, Shelfi Ndaro pakai nama Sarah. Jadi mereka berdua teman di tempat kerja di pergudangan 8, Tangerang. Kontrakan mereka berdekatan. Shelfi biasa datangi ke kos Sarah," kata Richard di Tangerang, Selasa (12/1).

Richard mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Sarah, Shelfi pernah mengatakan pada dirinya akan melakukan perjalanan ke Pontianak dengan calon suaminya. Namun, Sarah tak pernah menyangka bahwa identitasnya yang dipakai untuk memesan tiket pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Sarah tidak pernah tahu, identitasnya dipakai entah difoto atau digimanakan dia tidak tahu," tegasnya.

Richard mengatakan, saat ini kondisi Sarah sendiri syok karena ada namanya dalam daftar penumpang pesawat nahas itu. Atas hal itu, Sarah melalui kuasa hukumnya mempertanyakan protokol keamanan dan pengecekan identitas yang dilakukan pihak Bandara.

"Yang saya pertanyakan itu dia bisa pake kopian untuk perjalanan dan swab, kenapa orang tidak terbang kok namanya bisa dibawa," ucapnya.

Atas hal itu, Richard mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Sriwijaya Air.

"Karena yang penumpang itu Shelfi bukan Sarah, Sriwijaya harus cari keluarga Shelfi untuk asuransi dan nama Sarah ini agar tidak distatus orang mati," tutup Richard. [ars]

Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds