Rekan Kerja NAM Air Sangat Kehilangan Almarhumah Isti Sosok Yang Mengayomi Juniornya

Nusantara  MINGGU, 17 JANUARI 2021 , 02:34:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Rekan Kerja NAM Air Sangat Kehilangan Almarhumah Isti Sosok Yang Mengayomi Juniornya

Belasan rekan kerja pramugari NAM Air Isti Yudha Prastika ziarah di pemakaman almarhumah/LAN

RMOLBANTEN Almarhumah Isti Yudha Prastika pramugari Nam Air yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY182, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan rekan kerjanya.

Almarhumah Isti telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir, Bojongsari, Depok pada Sabtu (16/1) yang turut dihadiri oleh rekan kerja sejawatnya di Nam Air.

Belasan rekan kerja almarhumah Isti itu sangat kehilangan sosok senior yang selalu mengayomi junior-juniornya. Diketahui, almarhumah Isti sendiri telah 16 tahun bekerja menjadi pramugari.

Aprilia Gita yang merupakan rekan dari almarhumah Isti, sangat kehilangan sosok senior dari almarhumah Isti yang sangat low profile.

"Kalau untuk keseharian terbangnya inget sama dia itu senang-senang aja gitu, dia itu orangnya mengayomi banget. Terus dia selalu lucu gitu, mau ada masalah tidak kelihatan tapi senang-senang aja kalau di depan kita-kita gitu," terang Aprilia seusai prosesi pemakaman Isti di TPU Pondok Petir, Sabtu (16/1).

Bahkan, sebelum kejadian nahas pesawat yang ditumpangi almarhumah Isti hilang kontak dan dinyatakan jatuh, April sempat berbalas pesan melalui whatsapp.

"Sebelum dia lepas landas masih chat-chatan sama saya. Jam 2 siang masih chat-chatan sama saya. Dia kabarin aja, kalau dia hari ini dia mau terbang ke Pontianak ekstra kru pakai Sriwijaya, terus ada agak keterlambatan dia kabarin itu aja si sejauh itu," paparnya.

Pada Sabtu (9/1) sore, grup whatsapp milik April ramai dengan kabar hilang kontak Sriwijaya Air SJY182. April yang teringat Isti berada dalam pesawat tersebut berusaha menghubungi Isti dan mengirim pesan melalui whatsapp.

Namun pesannya, hanya ceklis satu yang artinya telepon genggamnya tidak aktif.

"Iya ingat Isti disitu, terus pada saat landing saya langsung whatsapp terus, tapi hanya centang satu. Selebihnya saya sama teman-teman kirim doa terus sih buat almarhumah," ungkap April.

Sementara itu, rekan lainnya Olive Oyl Virginia yang sudah lama tidak bertugas bareng bersama Isti, sudah mengatur janji.

Tapi, takdir berkata lain. Isti meninggalkan kenangan dan janji untuk terbang bersama pun pupus.

"Saya terakhir ketemu mbak Isti sehari sebelum terbang, kita sama-sama rapid antigen kayak gitu. Terus pulangnya bareng mbak Isti, ngajak terbang bareng. Jadi diajak bareng gitu. Mbak Isti orangnya cerewet, rame, baik almarhumah baik banget. Di hari itu enggak ada sih, tapi sehari sebelumnya sempet ngajak bareng soalnya udah lama nggak terbang (bareng)," tandas Olive.

Mendengar kabar pesawat Sriwijaya Air jatuh dan Isti menjadi salah satu penumpangnya. Membuat Olive syok dan menangis.

"Langsung syok, tapi jejeritan," katanya. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds