Walikota Serang Tolak Tawaran Depositokan DBH Di Bank Banten

Kota Serang  SELASA, 19 JANUARI 2021 , 02:51:00 WIB | LAPORAN: HENDRA HENDRAWAN

Walikota Serang Tolak Tawaran Depositokan DBH Di Bank Banten

Walikota Serang, Syafrudin/CR-1

RMOLBANTEN Pemerintah Kota Serang menolak tawaran Bank Banten untuk mendepositokan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 9 miliar lebih yang sampai sekarang masih mengendap di Bank Banten.

Alasan penolakan sendiri karena Pemkot Serang masih sangat membutuhkan dana tersebut.

"Saya tidak akan menyetujuinya. Ngapain didepositokan ke Bank Banten. Kalau didepositokan sama saja kita bunuh diri. Orang sampai sekarang kondisi keuangan Pemkot saja masih kekurangan," tegas Walikota Serang Syafrudin, Senin (18/1).

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wahyu Budi Kristiawan mengakui, beberapa waktu yang lalu pihaknya dikirimkan surat penawaran pendepositoan DBH Pajak Pemkot Serang yang masih mengendap di Bank Banten sebesar Rp 9 miliar lebih.

"Kami disurati dari direksi, dan kayaknya Kabupaten/Kota yang lain juga suratnya sama. Mereka menawarkan supaya itu disimpen penyertaan modal atau deposito. Kami belum jawab terus terang saja," katanya.

Wahyu melihat, ada aturan yang dilanggar jika Pemkot mengiyakan penawaran dari direksi Bank Banten tersebut. Sebab berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, di dalam PP tersebut menyebutkan bahwa salah satu syarat menempatkan dana deposito itu harus di bank umum yang sehat.

"Kami menolak tawaran itu, makanya sampai sekarang suratnya belum kami balas. Kami juga sudah berkali-kali menagih baik ke Bank Banten, katanya supaya bisa dicairkan kami harus meminta izin ke OJK. Tapi ketika kami surati OJK, sampai sekarang belum ada tanggapan," jelasnya.

Wahyu berpendapat, meskipun uang dari Provinsi sudah diaggarkan sebagai belanja, tapi faktanya belum masuk ke rekening Kas Daerah (Kasda) Pemkot Serang, sehingga jika kami mencatat nanti di laporan akhirnya pasti akan ada kerugian.

"Tekor kas inikan bukan kami penyebabnya, makanya kami minta tanggung jawab Provinsi. Karena urusan kami dengan Provinsi bukan dengan Bank Banten," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds