Merugi, Pedagang Daging Di Pasar Induk Rau Serang Stop Jualan

Ekbis  RABU, 20 JANUARI 2021 , 13:40:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Merugi, Pedagang Daging Di Pasar Induk Rau Serang Stop Jualan

Pedagang daging sapi di Pasar Induk Rau, Kota Serang/CR-2

RMOLBANTEN Pedagang daging sapi di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten, mengeluhkan kenaikan harga sapi yang kian meroket.

Tak tanggung-tanggung kenaikan harga tembus dikisaran Rp 120 Ribu lebih per kilogram setelah sebelumnya Rp 111 Ribu per kilogram.

Muis Yusuf, salah satu pedagang sapi di PIR, menuturkan kenaikan sapi saat ini sudah tidak wajar diperparah dengan stok sapi yang kian menipis.

"Harga sudah selangit sekarang mah. Makanya pedagang semua pengen libur, karena kan harus nombokin terus, setiap penjualanya pada rugi semua,"terang Muis di Kota Serang, (20/1).

Semenjak kenaikan harga, para pedagang harus memutar otak agar daging tetap laku dipasaran. Namun konsumen seringkali tidak memahami kondisi kenaikan harga sehingga para pedagang yang dirugikan.

"Ini imbas kepenjualan. Pas harga normal sehari itu biasanya kita habis 7 ekor sapi, tapi sekarang paling 4 sampai 5 ekor itu termasuk sudah banyak," ujarnya.

Muis pun mengkhawatirkan jika harga tetap tidak stabil akan berimbas besar pada penjualan di bulan ramadhan.

"Lebaran itu kalau normal biasanya harga dikisaran Rp 120 sampe Rp 130 ribu, tapi kalau keadaanya kaya gini terus bisa lebih dari Rp1 70 ribu per kilogram," ungkapnya.

Adapun pasokan daging rata-rata impor dari Australia selain harga standar kualitasnya pun lebih baik daripada sapi asli Indonesia.

"Di Indonesia sementara ini ngga ada yang belanja dari australia, Karena harga sapinya disana sekarang sudah mahal," terangnya.

Muis pun berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga sapi sehingga para pedagang tidak berlarut-larut mengalami kerugian.

Apalagi kata Muis, mendekati bulan suci ramadhan permintaan sapi dari konsumen terus meningkat apapun caranya pemerintah wajib bertindak.

"Pengenya sih murah agar konsumenya juga tidak rugi, cuma kan nggak mungkin karena kalau beli diperusahaan kita belanja bulan ini terus stok barang buat lebaran. Sedangkan, sekarang gimana mau belanja disana nggak kuat harganya," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds