Kordinator GIB: Karena Tidak Punya Disaster Managemen, Pemerintah Kelabakan Hadapi Bencana

Politik  JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 00:43:00 WIB | LAPORAN: FEBY FIRMANSYAH

Kordinator GIB: Karena Tidak Punya Disaster Managemen, Pemerintah Kelabakan Hadapi Bencana

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi/Repro

RMOLBANTEN Indonesia menjadi negara yang sangat rawan dilanda bencana karena letak geografis yang berada pada dua lempengan bumi.

Dalam setiap kejadian bencana, pemerintah selalu terkesan kelabakan.

Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi ketidaksiapan pemerintah karena hingga saat ini tidak ada sistem manajemen penanganan bencana yang disiapkan secara matang.

"Penyebabnya karena kita tidak punya manajemen bencana (Disaster Managemen)," kata Adhie dalam diskusi virtual 'Membaca Bencana Lewat Politik' yang digelar Kantor Berita Politik RMOLID, Kamis (21/1).

Adhie Massardi mengatakan dirinya pernah menyusun Disaster Managemen tersebut saat Gus Dur (Abduracham Wahid) menjadi presiden.

Menurutnya saat ini, hal yang sama juga perlu dilakukan karena pada dasarnya bencana di Indonesia secara garis besar hanya terjadi pada tiga kejadian yang berulang yakni banjir, gempa bumi dan longsir serta kebakaran hutan.

Juru bicara presiden di era Abdurrahman Wahid ini mencontohkan Jepang sebagai negara yang rawan dilanda tsunami dahsyat tapi teratasi dengan baik karena memiliki manajeen bencana yang maju.

Secara khusus soal bencana banjir di Kalimantan Selatan, menurut Adhi menjadi gambaran betapa upaya pencegahan dan penanggulangan bencana sangat butuh perbaikan.

"Bencana di Kalimantan Selatan menjadi bukti tata kelola sumber daya alam kita sangat parah, sama dengan tata kelola ekonomi, hukum dan lainnya. Menggabungkan bagian pengawasan dan pengelolaan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi bencana karena para penjahat lingkungan hidup akan semakin leluasa," ujarnya.

Ironisnya, tidak ada satupun penjahat lingkungan hidup yang ada dibawa ke persidangan.

"Kembali ke masalah itu, karena penjahatnya orang dalam lingkup oligarki itu sendiri, sehingga kalau satu terseret semua bisa ikut terseret," demikian Adhie Massardi. [dzk]



Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds