Adhie Massardi: Korupsi Paling Brutal Di Muka Bumi, Mensos Penilep Bansos Layak Dihukum Suntik Mati

Politik  JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 01:59:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Adhie Massardi: Korupsi Paling Brutal Di Muka Bumi, Mensos Penilep Bansos Layak Dihukum Suntik Mati

Aksi teatrikal hukuman penilep bansos dengan suntikan vaksin mematikan/GaleriRMOLID

RMOLBANTEN Mantan Menteri Sosial yang juga Wabendum DPP PDIP, Juliari Peter Batubara terjerat kasus rasuah korupsi paling brutal di muka bumi.

Begitu pendapat Koordinator Gerakan Indonesia Bersih {GIB) Adhhie Massardi dalam cuitan di Twitter pribadinya, Kamis (21/1).

Mantan jurubicara Presiden Abdurachma Wahid itu menautkan link berita aksi tuntutan mati pada menteri yang terjerat kasus suap bantuan sosial itu, Adhie kemudian mengusulkan agar Juliari dieksekusi dengan hukuman suntik vaksin mematikan.

"Setelah Mensos penilep Bansos dieksekusi dengan suntik vaksin mematikan, @KPK_RI harus segera seret petinggi parpol yang terlibat berat. Ini memang korupsi paling brutal di muka bumi," tulis Adhie Massardi.

Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini kemudian meminta pada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut keterlibatan petinggi parpol dalam korupsi Bansos penanganan virus corona baru (Covid-19).

KPK sejauh ini mengatakan akan membuka penyelidikan baru terkait keterlibatan dua politisi PDIP Herman Herry dan Ihsan Yunus.

Lembaga antirasuah itu beberapa hari lalu melakukan pengembangan dari penangkapan Juliari. Sejauh ini KPK sudah melakukan penggeledahan ke kediaman orang tua politisi PDIP Ihsan Yunus dan stafnya di Bekasi.

Beberapa saksi yang telah diperiksa merupakan berasal dari perusahaan yang diduga terafiliasi dengan dua anggota DP PDIP, yaitu Herman Herry dan Ihsan Yunus.

Berdasarkan data dari Koran Tempo, terdapat beberapa kantor perusahaan yang telah digeledah penyidik KPK yang merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Herman Herry.

Perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Herman itu diduga memperoleh 7,6 juta paket bansos senilai Rp 2,1 triliun.

Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket sembako. [dzk]


Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds