Disuntik 75 Miliar, PT Agrobisnis Banten Mandiri Siapkan Industri Dairy Farm Dan Resmilling

Ekbis  JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 19:03:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Disuntik 75 Miliar, PT Agrobisnis Banten Mandiri Siapkan Industri Dairy Farm Dan Resmilling

Direktur Operasional BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri, Ilham Mustofa/CR-2

RMOLBANTEN. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri mendapat suntikan modal Rp 75 Miliar pada APBD Banten 2021.

Modal tersebut difokuskan untuk melaksanakan berbagai program bisnis termasuk persiapan Industri Dairy Farm produksi susu sapi perah serta industri gilingan padi Resmilling atau penggilingan padi bersekala besar.

Direktur Operasional BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri, Ilham Mustofa mengatakan, peruntukan dana tersebut digunakan untuk modal udaha baik secara modal aset maupun modal lancar dialokasikan untuk pembelian alat-alat produksi terkhusus persiapan industri resmilling.

"Di kita permodalan ini kan sampai dengan 2021 itu Rp 75 Miliar. Kita fokus ke pengadaan alat produksi salah satunya adalah resmilling di Banten Utara dan Banten Selatan," katanya di Kota Serang, Jum'at (22/1).

Ilham menyebut, penggilingan padi dari satu resmilling kapastias per hari bisa menghasilkan 50 sampai 60 Ton beras, jadi ketika penempatan resmiling terdapat di utara dan selatan maka serapan gabah per hari mencapai 100 ton.

"Harapan kita gabah petani ini setiap panen ngga keluar daerah. Maka kita akan melakukan contract farming (sistim pertanian kontrak, red) Jadi, kontrak farming mudah akan masuk ke penggilingan beras kita," ungkapnya.

Ilham menjelaskan, pengilingan beras modern bisa menyerap gabah petani lokal secara optimal bahkan hasilnya nanti bisa menciptakan beras premium. Karena beras medium super sudah banyak dihasilkan petani di Tanah Jawara.

"Februari-Maret ini kan sudah masuk panen  padi di wilayah selatan. Nah ini juga sudah mulai kita akan menerima gabahnya melalui cadangan pangan daerah kita bersinergi termasuk dengan Kabupaten Kota," terangnya.

Selain itu dikatakan Ilham, sesuai misi BUMD akan menghadirkan tata niaga baru dalam dunia pertanian serta peternakan. Maka akan disipakan skema baru melalui contract farming serta ruang pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Kita mengajak petani bersama-sama untuk membangun Banten berdaulat secara pangan, akan ada kemitraan dengan dana-dana KUR, Jad, kita bisa sebagai oftaker, petani peternak bisa dapat dana KUR itu untuk meningkatkan  produksi," terangnya.

Adapun peternakan sapi perah sebagai alternatif untuk membangkitakn petani peternak lokal karena Banten satu-satunya provinsi yang belum punya Industri Dairy Farm.

Tahapan yang dilakukan secara fundamental akan menciptakan alat  produksi serta akan dibangun peternakan dengan standar yang maksimal sehingga nanti akan tumbuh peternak rakyat.

"Lahan yang kami siapkan mulai dari 10 hektar dulu, karena tetap nanti ada lahan hijauan yang di berdayakan melalui petani baik petani jagung, dan tanam rumput. Jadi, nggak semuanya dikelola oleh BUMD. Karena, kita bukan hanya sekedar bisnis tapi juga harus bisa memberikan kesejahteraan bagi petani peternak," ungkap Ilham.

Ilham menungkapkan, lokasi peternakan sapi perah sesuai maping akan dipusatkan di wilayah Mandalawangi dan Gunung Sari. Namun, masih dilakukan riset lokasi karena terdapat beberapa persyaratan yang belum terpenuhi seperti lokasi ketinggian peternakan.

"Ini masih kita kaji, riset dulu karena harus kita buat, kita ngga nunggu alat produksi ini jadi, tapi akan terus bergerak," jelasnya.

Selain sapi perah, agrobisnis bekerjasama dengan daerah lain untuk pengembangan bisnis sapi potong dalam rangka menyuplai kebutuhan masyarakat ditengah kenaikan harga impor.

"Untuk tahun ini kan kita lagi dorong goverment to goverment antara Banten dengan NTT (nusa tenggara timur,red) untuk sapi lokal, Sapi lokal kita hadirkan salah satu kebutuhannya untuk Kurban, kita nyiapkan sekitar 5000 ekor untuk pasar Banten dan Jabodetabek," tutupnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds