Mahasiswa Papua Di Banten Desak Pemerintah Selesaikan Rasisme yang Menimpa Natalius Pigai

Keamanan  SELASA, 26 JANUARI 2021 , 16:38:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Mahasiswa Papua Di Banten Desak Pemerintah Selesaikan Rasisme yang Menimpa Natalius Pigai

Mahasiswa Papua di Banten saat aksi damai/CR-2

RMOLBANTEN. Mahasiswa asal Papua di Banten mendesak penyelesaian kasus rasisme yang menimpa mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Pigai yang merupakan warga asli Papua disudutkan Ambrocius Nababan dengan cara menyandingkan foto Natalius Pigai dengan Gorilla. Reaksi atas kabar tindakan rasisme itu sontak bergejolak di tanah Papua.

Salah satu Mahasiswa Asal Papua di Banten, Frans Yohanes Miokbun mengatakan pemerintah Indonesia harus bertindak tegas mengatasi masalah rasisme agar tidak ada permusuhan diantara sesama warga Indonesia.

"Kami orang Papua bagian dari Warga Negara Indonesia, Kami juga manusia, kami bukan hewan peliharaan," kata Mahasiswa  Asal papua yang mengenyam pendidikan di Untirta Banten kepada kantor berita RMOLBanten, Selasa, (26/1).

Jika tidak mampu mengatasi permasalahan rasisme dikatakan Frans, pemerintah Indonesia lebih baik melepaskan Papua dari NKRI.

"Kalau pemerintah tidak tegas lebih baik pemerintah Indonesia melepaskan kita, untuk menentukan nasib sendiri, melepaskan kita untuk merdeka," tegasnya.

Permasalahan rasisme, bagi Frans, seringkali dilontarkan kepada masyarakat Papua bahkan sengaja diproduksi oleh kelompok tertentu untuk memarginalkan Papua.

"Kami yang rasnya kulit putih dan rambut lurus rasisme hinaan sebutan hewan. Bagi kami orang papua sudah menjadi tradisi atau budaya bagi mereka," ungkap Frans.

Frans pun kembali mempertanyakan kelompok yang terus menerus menghina orang Papua. Sebab, orang papua tidak pernah membenci perbedaan kulit ada dan budaya. Orang papua selama ini hidup aman tentram tanpa menyudutkan kelompok di luar papua.

"Kenapa mereka melontarkan rasisme, Kita disamakan dengan hewan, monyet, gorila dan masih banyak lagi, apakah kami pernah buat salah kepada mereka?. Kami selama ini hidup rukun dan damai, kami tidak pernah membenci saudara-saudara kami yang beda Ras, kenapa mereka benci kami,?" tegasnya.

"Saya meminta dengan homat kepada pemerintah harus bersikap tegas untuk mengambil kebijakan dalam mengatasi kelompok rasisme," tutup Frans. [ars]


Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds