Presidium KAHMI: Warek Baru UIN Jakarta Bukan Rekomendasi Kami!

Politik  MINGGU, 21 FEBRUARI 2021 , 00:25:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presidium KAHMI: Warek Baru UIN Jakarta Bukan Rekomendasi Kami<i>!</i>

Pelantikan Wakil Rektor (Warek) Dr Arief Subhan MA sebagai Warek Bidang Kemahasiswaan dan Prof Dr Lily Surayya Eka Putri M.Env.Stud sebagai Warek Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan/Repro

RMOLBANTEN Pemecatan dua Wakil Rekor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) Prof Andi M. Faisal Bakti dan Prof Masri Mansoer oleh Rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis berbuntut panjang.

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon UIN Jakarta dalam pernyataan sikapnya menyangkan pemecatan itu di tengah tuntutan penegakan Mahkamah Etik atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum dosen terkait kegiatan pembangunan asrama mahasiswa.

Dua wakil rektor (Warek) baru itu yaitu Dr Arief Subhan MA sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Prof Dr Lily  Surayya Eka Putri  M.Env.Stud sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan.

Kedua Wakil Rektor dilantik sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) masa bakti 2021-2023.

"Pemecatan terhadap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan di tengah persoalan tuntutan penegakan Mahkamah Etik atas dugaan penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum dosen sangat disayangkan," begitu salah satu pernyataan sikap KAHMI Rayon UIN Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Kantor Berita RMOLBanten, Sabtu (20/2).

KAHMI UIN Jakarta menyatakan sikap, bersama pihak lain sama-sama mendorong rektorat agar meninjau ulang keputusan pemecatan tersebut dan fokus pada penyelesaian dugaan penyalahgunaan wewenang, serta menegakkan prinsip-prinsip good governance dan profesionalitas dalam menuntaskan kasus tersebut.

"KAHMI mendukung penegakan good university governance di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," terang pernyataan sikap tersebut.

Lebih lanjut KAHMI berpandangan sinyalemen konflik antara rektor dengan warek bidang kemahasiswaan dan warek bidang kerjasama dan kelembagaan adalah persoalan bagaimana mengorganisir dinamika komunikasi dan interaksi, serta distribusi kerja yang profesional.

"Sikap apriori rektor dan wakil rektor lainnya sangat disayangkan sehingga menyulitkan terbangunnya kerja profesional di tingkat rektorat," bunyi peryataan sikap lainya.

"Sebagai konsekuensi di atas Kahmi Rayon UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak merekomendasikan siapapun untuk duduk menggantikan posisi kader kami tersebut," pungkas sikap KAHMI Rayon UIN Jakarta.

Pernyataan sikap itu ditandangani Presidium KAHMI UIN Jakarta yang terdiri dari Prof Ali Mnuhanif Ph.D, Kusmana MA.Ph.D, Prof Dr Euis Amalia MA, Maifalinda Fatra M.Pd Ph.D, Dr. Abdul Roak M.Pd dan Dr Mu'min Rouf MA.

Sebagai informasi, Rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis memecat Prof Andi M. Faisal Bakti dan Prof Masri Mansoer dari jabatannya masing-masing sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Pemberhentian Prof Andi berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 166, adapun Prof Masri diberhentikan melalui Keputusan Rektor Nomor 167. Pemberhentian keduanya berlaku sejak surat keputusan ditandatangani Prof Amany tanggal 18 Februari 2021.

"Yang bersangkutan dipandang sudah tidak dapat bekerja sama lagi dalam melaksanakan tugas kedinasan," demikian petikan keputusan rektor pada bagian menimbang dalam Keputusan Rektor Nomor 166 dan Keputusan Nomor 166.

Pencopotan dua warek diduga merupakan buntut dari laporan dugaan perbuatan melawan hukum terkait proyek pembangunan asrama mahasiswa ke penegak hukum.

Selain ke Polda Metro Jaya dugaan pelanggaran hukum dalam kegiatan pembangunan asrama mahasiswa UIN Jakarta telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung, KPK, dan Kementerian Agama.

Pelaporan dilakukan oleh UIN Watch, UIN Bersih dan individu civitas akademika UIN Jakarta pada medio November-Desember 2020 dengan sangkaan dugaan peniupan dan/ penggelapan, korupsi, penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etik dengan terlapor antara lain rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis dan Ketua Panitia Pembangunan Asrama Mahasiswa Prof Suparta.

Dugaan pencopotan dua warek sebagai buntut pelaporan kasus pembangunan asrama mahasiswa antara lain disampaikan Koordinator UIN Watch Sultan Rivandi.

"Dugaan kuat kami seperti itu," terang Sultan, Jumat (19/2).

Dalam laporan dugaan pemalsuan yang dibuat ke Polda Metro Jaya, dUIN Watch mencantumkan dua nama Warek yang diberhentikan oleh Rektor UIN Prof Amany Lubis sebagai saksi.

"Sangat mungkin pemberhentian mereka sebagai upaya untuk menggagalkan atau mempersulit proses hukum atas kasus yang kami laporankan," demikian Sultan Rivandi. [dzk]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds