Redam Kekisruhan Di Dunia Maya, Polisi Mulai Gunakan Virtual Police

Hukum  SELASA, 23 FEBRUARI 2021 , 09:46:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Redam Kekisruhan Di Dunia Maya, Polisi Mulai Gunakan Virtual Police

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Net

RMOLBANTEN Dalam menangani kasus pelaporan yang berkaitan dengan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), penyidik Polri harus mengedepankan upaya preemtif dan preventif.

Upaya preemtif adalah memberikan konsultasi terhadap obyek pemeriksaan tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Sementara preventif adalah pencegahan terhadap suatu masalah.

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Surat Edaran Kapolri bernomor SE/2/11/2021, yang diterbitkan dalam rangka mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif, Jumat lalu (19/2).

"Mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert yang bertujuan untuk memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari potensi tindak pidana siber,” bunyi pedoman yang harus diikuti penyidik dalam SE tersebut.

Penyidik juga diharuskan mengikuti perkembangan pemanfaatan ruang digital yang terus berkembang dengan segala macam persoalannya.

Selain itu, juga harus memahami budaya beretika yang terjadi di ruang digital dengan menginventarisir berbagai permasalahan dan dampak yang terjadi di masyarakat.

"Dalam menerima laporan dari masyarakat, penyidik harus dapat dengan tegas membedakan antara kritik, masukan, hoaks, dan pencemaran nama baik yang dapat dipidana untuk selanjutnya menentukan langkah yang akan diambil,” demikian bunyi SE tersebut. [dzk]



Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds