10 Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia Diamankan Polresta Bandara Soetta

Hukum  KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

10 Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia Diamankan Polresta Bandara Soetta

Rilis kasus narkoba sabu jaringan internasional di Mapolresta Bandara Seokarno-Hatta/AUL

RMOLBANTEN Jajaran Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membekuk 10 pelaku pengedar narkoba jenis sabu jaringan internasional. Mereka ditangkap dari berbagai lokasi di Indonesia.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, kasus tersebut berawal dari adanya lima penumpang pesawat dari Aceh menuju Lombok melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mencurigakan pada Rabu, 6 Januari 2021. Kelimanya yakni LH, LS, RH, IA, dan JDL.

"Petugas Avsec (Aviation Security) saat itu melihat lima penumpang tersebut mencurigakan saat melewati X-Ray Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta," kata Adi, Kamis (25/2).

Saat diperiksa, ternyata kelima penumpang tersebut membawa narkoba jenis sabu dengan cara dimasukkan ke dalam dubur (inserted). Kelima penumpang tersebut, masing-masing membawa 200-300 gram sabu.

"Lalu, setelah dilakukan pengembangan, ternyata didapatkan satu orang perekrut kelima kurir tersebut yang berinisial MA, serta satu orang pengendali berinisi WD, dan tiga orang Bandara narkotika berinisial MT, LM, dan JDA di wilayah Aceh dan NTB," katanya.

Adi mengungkapkan, aksi para bandit narkoba tersebut telah berlangsung sejak dua tahun lalu, sehingga para pelaku telah mendapatkan keuntungan yang cukup banyak.

"Uang hasil penjualan ini disamarkan dengan dibelikan aset berupa tanah, mobil, rumah, serta menciptakan usaha," jelas Adi.

Sang bandar pun mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia, sebelum diedarkan ke wilayah Lombok, NTB.

"Yang berhasil kita sita ada 1.250 gram nilainya Rp. 1.250.000.000 dan berhasil menyelamatkan 1.250.000 orang dari keterikatan narkoba," jelasnya.

Para pelaku pun dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 dan atau pasal 137 huruf a dan B Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

"Kita terapkan juga pasal 3, pasal 4, dan atau pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds