Ketum PP Muhammadiyah Minta Kader Persyarikatan Hindari Perdebatan Sampah Di Medsos

Politik  MINGGU, 28 FEBRUARI 2021 , 09:14:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Ketum PP Muhammadiyah Minta Kader Persyarikatan Hindari Perdebatan Sampah Di Medsos

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir/Net

RMOLBANTEN Warga persyarikatan Muhammadiyah diingatkan untuk tidak terjebak dalam perdebatan tiada habis di media sosial. Kader Muhammadiyah harus lebih berorientasi pada produktivitas positif sebagai karakter utama persyarikatan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam forum Public Expose Lazismu Pusat terkait Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah, Sabtu (27/2).

Media sosial kerap kali membuat masyarakat menjadi tidak produktif. Terkadang mereka menghabiskan waktu untuk membaca produk-produk WhatsApp dan media sosial lainnya yang isinya selain hoax juga sampah.

Menurut Haedar, terjebak dalam perdebatan semu yang tiada akhir, hanya akan membawa umat pada kondisi kontra produktif dan terus tertinggal.

"Padahal ilmu saja itu bisa menghasilkan sesuatu. Knowledge is power, ilmu itu menghasilkan kekuasaan. Kekuasaan uang, kekuasaan penghasilan dan lain sebagainya,” ujanya

"Tapi bagaimana kita bisa menghasilkan ilmu wong pengetahuan kita itu hasil dari serpihan-serpihan yang sampah yang ada di media sosial. Kita capek kirim ini kirim itu tapi tidak menghasilkan,” sambung Haedar.

Haedar mengajak warga Muhammadiyah untuk terus menciptakan ekosistem yang produktif. Hal ini disuarakan kareana Haedar ingin Muhammadiyah semakin maju.

Sementara maju yang dimaksud harus berorientasi pada hasil.

Menurutnya, kemajuan umat hanya akan terbukti jika umat Islam memiliki program-program unggul dengan adanya pendirian pusat-pusat kemajuan (center of excellence) yang tidak bisa diraih hanya melalui berdebat tanpa ujung di media sosial.

"Bahwa perlu amar makruf nahi munkar itu saya pikir sudah DNA kita, tapi soal cara harus perlu ada reorientasi. Jadi orang ketika kita sampaikan kritik dengan argumen yang kuat lalu dengan narasi-narasi konstruktif yang saya pikir juga akan sampai juga,” demikian Haedar Nasir. [dzk]



Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds