DPRD Banten Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda Demi Keselamatan Anak

Pendidikan  JUM'AT, 05 MARET 2021 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

DPRD Banten Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda Demi Keselamatan Anak

Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa /JEN

RMOLBANTEN. Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa meminta pemerintah daerah untuk menunda rencana bembelajaran sekolah tatap muka  yang ditargetkan Juli 2021. Penundaan itu demi keselamatan anak ditengah ancaman wabah virus corona.

"Pada saat pandemi kita utamakan prioritaskan dulu kesehatan, jika dipaksakan ini kan taruhanya nyawa, mengancam nyawa anak," katanya di ruang kerjanya, DPRD Banten, KP3B, Curuf, Kota Serang, Jum'at (5/3).

Menurut Yeremia, sekolah tatap muka harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi, apabila vaksinasi sudah menjangkau semua lapisan termasuk anak anak pelajar dan seluruh daerah sudah kembali zona hijau baru sekolah bisa dilaksanakan dengan efektif.

"Kecuali nanti sudah kembali ke zona hijau atau vaksinasi sudah menjangkau semua termasuk vaksinasi untuk anak anak baru bisa, kan kita harus menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok). Kalau itu sudah tercipta sehingga kekhawatiran kesehatan bisa teratasi," ujarnya.

"Ditahan dulu sekolah tatap muka, sampai kita sudah hijau. Banten ini kan sudah zona merah, ke oranye, hari ini sudah beberapa zona kuning bahkan mayoritas zona kuning, tunggu semuanya zona hijau," sambungnya.

Jika sekolah tetap dipaksanakan, Yeremia memastikan pemerintah melalui satgas akan kesulitan mengatur anak-anak apalagi anak TK, dan SD.

Dengan demikian, lanjut dia, penularan covid-19 bisa mengancam kelangsung hidup anak, jika benar terjadi lalu siapa yang akan bertanggungjawab sehingga perlu ada pertimbangan matang.

Sejauh ini, Yeremia memandang metode pembelajaran daring lebih efektif ditengah pandemi, jika masih ada yang merasa kekurangan maka harus diperabiki jangan dipaksakan ke tatap muka.

"Pebelajaran jarak jauh yang paling penting adalah evaluasi, dalam hal ini evektifitas kekuranganya apa?, kemudian di cari solusi untuk menyelesaikan masalah itu," jelasnya.

"Kemudian guru bisa memantau siswanya walaupun ada beberapa juga yang nakal siswanya tapi guru harus melakukan pendekatan," paparnya.

Yeremia pun berharap vaksinasi massal segera menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain tenaga pendidik anak anak harus mendapatkan vaksin untuk memperkuat herd immunity baru setelah itu bisa melaksanakan sekolah tatap muka.

"Kita berharap setelah vaksinasi ini sudah mulai melandai ke zona hijau, kemudian turun risiko penularanya," pungkas Yeremia. [ars]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds