Ngaku Kerja Di Kemendagri, Warga Tangsel Penyintas Covid-19 lni Ditipu Ratusan Juta

Hukum  SENIN, 08 MARET 2021 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Ngaku Kerja Di Kemendagri, Warga Tangsel Penyintas Covid-19 lni Ditipu Ratusan Juta

Korban penipuan oknum mengaku pegawai Kemendagri saat melapor di Mapolres Tangsel/LAN

RMOLBANTEN. Sungguh malang nasib yang menimpa Imam Fantowi (26) seorang karyawan swasta, harus tertipu ratusan juta oleh seorang yang mengaku bekerja di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan nama Stiven P. Situmorang.

Bermula dari Imam dan Stiven merupakan penyitas Covid-19, yang harus dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangsel. Keduanya, saling berkenalan dan saling bertukar nomor ponsel.

Stiven pun, mengaku bekerja sebagai auditor di Kemendagri atau anak buah Mendagri Tito Karnavian. Dan, Imam sama sekali tak menaruh rasa curiga kepada Stiven saat menjelaskan pekerjaannya.

Disaat Imam sudah keluar dari RLC-19 dan dinyatakan bebas dari Covid-19, modus Stiven yang pada saat itu masih dikarantina pun dimulai untuk menipu Imam.

"Modusnya berbeda-beda, dia mengaku enggak punya laptop, oke saya pinjamkan uang untuk dia kerja. Dengan harapan dana hibah atau akhir tahun bisa dirembes, namun kenyataan sampai sekarang belum ada. Terus, masalah opungnya meninggal di Medan, orangtuanya sakit," tutur Imam di Polres Tangsel, Senin (8/3).

Hingga, rentetan modus penipuan yang dilakukan Stiven menyebabkan kerugian sebesar Rp 160 juta.

"Sampai sekarang kerugian saya Rp 160 juta, dengan 18 kali transaksi pengiriman uang," katanya.

Masih kata Imam, pada saat transaksi pengiriman uang pun, Stiven selalu menggunakan nama orang lain untuk menerim uang dari hasil modusnya tersebut.

"Untuk pertama atas nama sendiri, itu kisaran Rp 40 juta beberapa kali transaksi, kedua atas nama orang lain karena alasan ATM hilang. Selanjutnya bulan Desember ganti lagi kirim ke staff-nya karena ATM hilang," ujar Imam.

Merasa ada yang janggal, Imam menemui salah seorang staffnya. Dan diketahui, yang dianggap staffnya hanyalah teman Stiven saat masih SMP.

"Setelah saya selidiki akhir Februari, yang dibilanh staff, hanya teman SMP dan temannya tidak tahu kalau kartunya dipakai oleh dia untuk digunakan hal lain," paparnya.

Ditambah, pada saat Stiven berjanji akan mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam dengan mengajak Imam bertemu. Namun, dengan berbagai alasan Stiven membatalkannya.

"Awal curiga jadi menang dia kan janji mengembalikan tanggal 4 Januari, tapi waktu itu dia harus pulang ke Medan, kita undur waktunya ke 25 Januari dan saya diminta datang ke Sekretarian Jendral Kemendagri. Tapi, waktu itu tiba-tiba dia ngebatalin, alasannya Sekjennya enggak datang," terangnya.

Imam yang sudah tertipu, mencoba mendatangi kantor dimana Stiven bekerja. Akan tetapi, para pegawai tidak mengenal dan tidak mengetahui ada pegawai bernama Stiven.

"Setelah tanggal 25 dia dimutasi ke BPSDM Kemendagri di Kalibata, dan saya datang kesana. Ternyata setelah saya tanya ke pegawai disana tidak ada namanya dia, saya juga sudah minta tolong ke temen tidak ada nama dia. Bahkan di Id Card (tanda pengenal) juga salah," jelas Imam.

Atas kejadian ini, Imam berniat untuk melaporkan penipuan ke Mapolres Tangsel. [ars]


Komentar Pembaca
1000 Pohon Mangrove

1000 Pohon Mangrove

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 , 09:31:00

Spanduk Anies Baswedan Fot Presiden 2024

Spanduk Anies Baswedan Fot Presiden 2024

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 , 06:28:00

Jokowi Vaksinasi <i>Door To Door</i>

Jokowi Vaksinasi Door To Door

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 , 11:44:00

The ads will close in 10 Seconds