Rencana Sekolah Tatap Muka Di Banten, Ini Catatan IDI

Pendidikan  SABTU, 27 MARET 2021 , 00:12:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Rencana Sekolah Tatap Muka Di Banten, Ini Catatan IDI

Ilustrasi Sekolah tatap muka/Net

RMOLBANTEN Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banten menyoroti rencana pemberlakukan pembelajaran sekolah tatap muka bagi SMA, SMK, dan Skh di Banten yang akan digelar pada bulan Juli mendatang.

Ketua IDI Banten, Budi Suhendar mengungkapkan, pemerintah daerah baik level provinsi maupun Kabupaten dan Kota harus benar-benar memperhatikan data dari epidemiologi tentang penyebaran Covid-19 di wilayah yang bakal menggelar tatap muka.

"Pemerintah pusat memberikan tenggat waktu dengan harapan bulan Juli bisa melakukan tatap muka pendidikan sekolah, dengan asumsi pada bulan bulan itu penularan dari Covid-19 sudah melandai dan menurun," ujar Budi Suhendar saat dikonfirmasi, Jum'at (26/3).

"Apabila di bulan Juli nanti kurva coronanya melandai. Dan kita zonasinya kuning sampai hijau Insha Allah bisa," sambungnya.

Jika kasus Covid-19 masih tinggi, dikatakan Budi, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan ulang agar keselamatan anak terjamin dan terlindungi dari ancaman penularan Covid-19.

Selain itu, Budi melihat kesiapan sekolah untuk mempersiapkan tatap muka dengan protokol kesehatan perlu ditingkatkan hingga perlu ada kesepakatan antara wali siswa dengan pihak sekolah.

"Orang tua siswa harus mempersiapkan anakanya untuk bisa melaksanalan Prokes. Karena kita masih pandemi begitu ada anak atau guru, siapa saja di sekolah itu memiliki gejala Covid-19 walaupun masuk kategori OTG itu sebaiknya jangan masuk dulu," ungkap Budi.

Sejauh ini, jelas Budi, zonasi risiko penularan Covid-19 masih fluktuatif bahkan kini mayoritas daerah masuk zona oranye. Untuk itu, pentingnya memahami aspek pencegahan dalam upaya membuka sekolah tatap muka baik dari segenap pemerintah dan seluruh elmen masyarakat.

"Kita ingin anak sekolah aman terlindungi kesehatnya, semua pihak harus mempersiapkan itu termasuk prilaku masyarakat, guru, kan anak kita wajib protokol kesehatan," katanya.

Disinggung terkait penundaan sekolah sebelum percepatan vaksinasi ke siswa, Budi mengakui, percepatan vaksiansi hingga ke tingkat pelajar sangat penting mengingat risiko penularan virus masih tinggi.

Meski demikian, Budi tidak menapikan bahwa pendidikan perlu dipulihkan kembali apalagi sudah setahun anak dipaksakan sekolah daring. Jadi meskipun vaksinasi tidak dipercepat ke kelompok pelajar sekolah tatap muka bisa digelar dengan memperketat protokol kesehatan.

"Kalau dari sisi ilmiahnya tentunya akan lebih baik apabila vaksinasi sudah secara menyeluruh, misalnya sudah 80 persen rakyat Indonesia tervaksinasi baru kita memulai tatap muka. Itu idelanya," terang Budi.

"Namun misalnya ada kebijakan lain dikarenakan faktor-faktor pertimbangan tertentu untuk membuka tatap muka, maka anjuran IDI kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota memperhatilan aspek protokol kesehatan," demikian Budi Suhendar. [ars]

Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds