Serangan Mematikan Pemberontak Maois Tewaskan 22 Anggota Elit Pasukan Keamanan India

Internasional  SENIN, 05 APRIL 2021 , 08:40:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Serangan Mematikan Pemberontak Maois Tewaskan 22 Anggota Elit Pasukan Keamanan India

Pasukan keamanan membawa jenazah rekan mereka setelah serangan oleh pejuang Maois di Bijapur di negara bagian Chhattisgarh, India/Net.

RMOLBANTEN Pasukan unit elit CoBRA Polisi Cadangan Pusat, Penjaga Cadangan Distrik, dan Satuan Tugas Khusus, diserang kelompok pemberontak Maois di negara bagian India tengah selama operasi anti-pemberontakan pada Sabtu (3/4) waktu setempat.

Serangan mematikan itu menyebabkan sebanyak 22 anggota pasukan keamanan India tewas.

Serangan itu disebut sebagai yang paling berdarah oleh kelompok pemberontak sayap kiri ekstrim tahun ini.

"Kami dapat memastikan bahwa 22 anggota pasukan India telah dibunuh oleh pejuang Maois," kata seorang pejabat senior pemerintah di Raipur, ibu kota Chhattisgarh yang kaya mineral, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/4).

Mereka tewas dalam baku tembak yang berlangsung selama empat jam di distrik perbatasan Sukma, 540 km (340 mil) selatan Raipur.

Om Prakash Pal, seorang pejabat senior polisi di Raipur, mengatakan operasi penyisiran untuk melacak seorang anggota pasukan keamanan yang hilang sedang dilakukan.

Korban tewas adalah yang terbesar bagi pasukan keamanan India yang memerangi gerilyawan sayap kiri sejak 2017.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengatakan pemerintah tidak akan mentolerir pertumpahan darah seperti itu dan "tanggapan yang sesuai akan diberikan untuk mencegah serangan semacam itu."

Maois, juga dikenal sebagai Naxals, telah melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah selama beberapa dekade. Para pemimpin kelompok militan sayap kiri garis keras mengatakan bahwa mereka berjuang atas nama yang paling miskin, yang tidak mendapat manfaat dari ledakan ekonomi yang panjang di ekonomi terbesar ketiga di Asia itu.

Sejak tahun 1967, kelompok yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi keamanan dalam negeri negara itu telah menegaskan kendali atas sebagian besar tanah di India tengah dan timur, membentuk apa yang disebut 'koridor merah'.

Kelompok militan beroperasi dari hutan lebat, dan operasi mereka melawan pemerintahan dan pasukan India diselimuti kerahasiaan.

Kelompok tersebut belum mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru itu.

Beberapa jam setelah serangan itu, Perdana Menteri Narendra Modi menulis di Twitter bahwa pengorbanan para martir pemberani tidak akan pernah dilupakan. Semoga yang terluka pulih paling cepat. "

Bulan lalu, lima polisi tewas dan beberapa lainnya cedera dalam ledakan yang menurut polisi adalah serangan Maois yang menargetkan bus yang membawa lebih dari 20 personel keamanan. [dzk]



Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds